KabarBaik.co, Jakarta- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A. Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku tidak menyangka Bupati Cilacap yang juga Ketua DPC PKB Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring operasi tangkao tangan KPK dan resmi menjadi tersangka.
“Ya, kami prihatin. Tidak menyangka,” ujar Cak Imin di Gedung DPP PKB, Jakarta, Minggu (15/3). Kendati demikian, Cak Imin mengaku menghormati proses hukum yang berjalan di KPK. Dia pun meminta seluruh kepala daerah dari PKB untuk tidak terjebak perilaku yang menuju tindak pidana korupsi. “Jangan pernah terjebak pada hal-hal yang membahayakan dan menuju korupsi,” tegasnya dilansir Antara.
Sebelumnya, pada 13 Maret 2026, KPK menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan 26 orang lainnya, serta menyita uang tunai dalam bentuk rupiah. Sehari kemudian, KPK mengumumkan Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardoo (SAD) sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Cilacap, Jawa Tengah, tahun anggaran 2025-2026.
Syamsul Auliya menargetkan mendapatkan Rp 750 juta dari pemerasan tersebut yang dibagi menjadi Rp 515 juta untuk Tunjangan Hari Raya (THR) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cilacap, serta sisanya untuk kepentingan pribadi. Namun, dia baru meraih Rp 610 juta sebelum ditangkap KPK.
Latar Belakang dan Jejak
Syamsul Auliya berangkat dari birokrat muda yang meniti karier sebagai ajudan bupati hingga menjadi pemimpin tertinggi di Kabupaten Cilacap. Terpilih sebagai Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul mengusung visi pembangunan menyeluruh dengan dukungan lima partai politik besar, termasuk PKB dan Golkar.
Baca Juga: Balik Modal atau Apes: Kenapa Kepala Daerah Terjerat Korupsi Terus
Lahir di Cilacap pada 30 November 1985, Syamsul merupakan putra dari H. Imam Haryono dan Hj. Mumbasiroh, keluarga yang aktif di masyarakat lokal. Pendidikan formalnya menempuh jalur birokrasi dan pemerintahan, mulai dari IPDN, Universitas Jenderal Soedirman, hingga meraih gelar doktor dari IPDN Jakarta. Kariernya menanjak pesat ketika menjabat sebagai ajudan Bupati, lalu Wakil Bupati Cilacap (2017–2022) sebelum akhirnya memimpin kabupaten terluas di Jawa Tengah ini.
Dalam Pilkada 2024, Syamsul berpasangan dengan Ammy Amalia Fatma Surya, berhasil mengungguli tiga pasangan calon lain dengan meraih 43,81% suara. Keberhasilan ini didukung koalisi lima partai pengusung: PKB, Golkar, PKS, Demokrat, dan PSI, yang memperlihatkan jaringan politik kuat dan strategi koalisi yang matang.
Baca Juga: Dari Kolaka Timur hingga Cilacap: 10 Kepala Daerah Digelandang KPK Beserta Modusnya
Syamsul juga termasuk bupati muda dengan harta kekayaan lumayan. Berdasarkan laporan LHKPN Agustus 2024, total kekayaannya sekitar Rp 11,2 miliar, mayoritas berupa tanah dan bangunan, kendaraan, serta kas dan setara kas.(*)








