KabarBaik.co – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur memastikan komitmennya mendukung suksesnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Program nasional ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, agar tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengelolaan dapur dan keamanan pangan. Proses pengolahan makanan yang tidak higienis dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kontaminasi hingga menurunkan nilai gizi makanan.
“Diperlukan pemahaman yang kuat dari para pengelola dapur mengenai standar kebersihan dan tata kelola pengolahan makanan. Selain itu, kompetensi sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama. Tenaga kerja yang terlibat harus memiliki keahlian dan sertifikasi agar dapat bekerja secara profesional,” ujar Adik saat kegiatan Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) di Surabaya, Minggu (5/10).
Melalui Kadin Institute, Kadin Jatim mengambil peran aktif dalam memastikan program MBG berjalan sesuai harapan pemerintah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan ialah menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi bagi para pengelola dapur penyedia makanan bergizi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Andriyanto, menjelaskan pentingnya penyamaan pola pikir dan penerapan standar pengelolaan dapur. Menurutnya, berbagai kendala yang muncul di daerah lain umumnya disebabkan lemahnya tata kelola akibat rendahnya kompetensi SDM.
Ia menegaskan, setiap dapur penyedia makanan bergizi harus memenuhi tiga bentuk sertifikasi utama, yakni Sertifikasi lembaga agar terstandarisasi secara kelembagaan; Penerapan prinsip HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk memastikan keamanan pangan di setiap tahap produksi; Sertifikasi keahlian bagi juru masak (chef) agar mampu mengolah dan menyajikan makanan sesuai standar profesional.
“HACCP merupakan sistem manajemen berbasis sains yang berfokus pada pencegahan risiko kontaminasi makanan. Dengan tujuh prinsip utamanya, sistem ini memastikan seluruh tahapan produksi berjalan aman dan higienis,” jelas Andriyanto.
Selain faktor keamanan, penyusunan menu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat. Makanan untuk bayi, anak sekolah, remaja, dan lansia memiliki komposisi yang berbeda. Karena itu, pemilihan bahan pangan bergizi dan sesuai kondisi kesehatan menjadi prioritas.
Andriyanto menambahkan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur sejauh ini berjalan relatif aman dan kondusif. Dengan dukungan berbagai pihak, provinsi ini dinilai siap menjadi pilot project nasional dalam penerapan sertifikasi dan pendampingan dapur sehat bergizi.
“Kami ingin menjadikan Jawa Timur sebagai percontohan nasional dalam tata kelola dapur sehat dan bergizi, agar program ini benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap seluruh dapur penyedia makan bergizi di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pendataan ini bertujuan memetakan kebutuhan pelatihan dan sertifikasi, sekaligus menyiapkan skema pendampingan yang tepat di setiap wilayah.
“Sertifikasi mencakup tiga skema utama, yakni bagi pengelola jasa boga, juru masak (cook), dan penjamah makanan (food handler). Dalam satu bulan ke depan, pelatihan dan sertifikasi ini akan digelar secara bertahap di seluruh daerah,” ungkap Nurul.
Untuk pelaksanaannya, Kadin Institute menggandeng empat lembaga sertifikasi profesi, yaitu Pesona Indonesia, Rajawali Hospitality, LSP Jaminan Mutu, dan Keamanan Pangan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan seluruh pelaku dan lembaga penyedia makanan bergizi memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi yang diakui secara nasional.
Melalui berbagai langkah tersebut, Kadin Jawa Timur optimistis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayahnya akan berjalan lebih terukur, aman, dan berstandar tinggi. Upaya peningkatan kualitas SDM serta penerapan sistem keamanan pangan yang ketat diharapkan mampu menciptakan ekosistem penyedia pangan yang sehat dan berkelanjutan.
“Dengan sinergisitas antara pemerintah, Kadin, lembaga sertifikasi, dan seluruh pihak terkait, Jawa Timur siap menjadi provinsi percontohan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang berkualitas dan berdampak nyata bagi generasi muda Indonesia,” pungkas Adik Dwi Putranto.






