KabarBaik.co, Jember – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memperketat pengawasan di sepanjang jalur kereta api.
Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan perjalanan KA sekaligus mengantisipasi potensi bahaya dari tradisi ngabuburit masyarakat di area rel.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan area terlarang untuk aktivitas publik. KAI berkomitmen menciptakan kondisi yang aman dan steril, terutama menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel, terutama saat waktu ngabuburit. Jalur kereta api bukan tempat bermain atau bersantai karena risiko kecelakaan sangat tinggi,” ujar Cahyo, Jumat (20/1).
Tahun ini, Daop 9 Jember melakukan terobosan dengan mengintegrasikan teknologi dalam pengawasan jalur. Selain menerjunkan personel pengamanan (Pam) darat, KAI kini memanfaatkan teknologi drone untuk menjangkau area-area kritis.
“Drone digunakan untuk memantau titik-titik yang sulit diakses patroli darat secara cepat. Hal itu ini memudahkan petugas mendeteksi kerumunan warga atau aktivitas membahayakan di sepanjang jalur rel secara akurat,” pungkasnya.
Selain patroli, KAI juga memasifkan edukasi langsung kepada warga di pemukiman pinggir rel serta memasang banner peringatan di lokasi-lokasi strategis. (*)






