Kang Ebit, Inovasi Eco-Briket Pertamina Patra Niaga dari Limbah Jadi Berkah

oleh -194 Dilihat
IMG 20250714 WA0009
Melalui Fuel Terminal Tuban, perusahaan menghadirkan program inovatif bertajuk Kang Ebit atau Kampung Eco-Briket

KabarBaik.co – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat terus diwujudkan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Melalui Fuel Terminal Tuban, perusahaan menghadirkan program inovatif bertajuk Kang Ebit atau Kampung Eco-Briket, yang mengubah limbah organik menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.

Kang Ebit lahir dari kepedulian terhadap dua persoalan utama yang kerap dihadapi masyarakat, yakni penumpukan limbah rumah tangga dan keterbatasan akses ekonomi bagi kelompok rentan. Limbah siwalan—yang menjadi hasil olahan khas masyarakat Tuban—serta batok kelapa, kini disulap menjadi briket berkualitas tinggi yang dipasarkan ke berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban, Alek Mashadi, Kang Ebit merupakan inovasi yang unik dan tepat sasaran.

“Kehadiran briket ramah lingkungan ini tidak hanya menjadi solusi pengganti bahan bakar fosil, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal,” ujarnya, Senin (14/7).

Program ini tak hanya fokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga menjadi motor penggerak pemberdayaan sosial. Pertamina menggandeng kelompok masyarakat rentan, seperti ibu rumah tangga, lansia produktif, hingga pemuda tidak bekerja untuk dilatih memproduksi briket. Mereka dilibatkan secara aktif mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan, pencetakan, hingga pengemasan dan pemasaran.

Fuel Terminal Manager Tuban, Rahmad Febriadi, menegaskan bahwa Kang Ebit merupakan kontribusi nyata Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

“Melalui pengurangan limbah, pemanfaatan energi alternatif, dan pengentasan kemiskinan, Kang Ebit menjadi bukti bahwa solusi atas tantangan sosial dan lingkungan bisa dimulai dari akar rumput,” ungkapnya.

Hingga pertengahan tahun 2025, produksi briket dari program ini telah mencapai 14 ton per bulan. Produk briket eco-friendly ini semakin diminati, baik oleh rumah tangga maupun pelaku UMKM yang mencari energi bersih, hemat, dan efisien.

Keberhasilan Kang Ebit menjadi contoh bagaimana pendekatan berbasis komunitas yang didukung sektor industri mampu menghasilkan dampak berkelanjutan. Fuel Terminal Tuban berharap program ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain sebagai model pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.

Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Kang Ebit juga berperan dalam mendukung pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di sekitar wilayah operasional.

“Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan di sektor energi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Ini sejalan dengan komitmen kami menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.