KabarBaik.co, Surabaya – Kesempatan emas untuk dapat menang besar itu, sejatinya sudah berada di depan mata. Betapa tidak, bermain di kandang sendiri, unggul jumlah pemain sejak babak pertama, bahkan sempat mencetak gol penentu di menit akhir. Namun, ternyata semua itu tak cukup bagi Persebaya Surabaya.
Dan, skuad Green Force tetap gagal menaklukkan Dewa United dalam laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (1/2) malam. Laga itupun berakhir imbang 1-1. Hasil ini kembali memperpanjang catatan rekor seri alias remis.
Tentu saja, sebiji poin ini terasa pahit. Bukan sekadar kehilangan dua poin. Namun, juga memperpanjang rekor “kutukan” Persebaya yang belum pernah menang dalam enam pertemuan terakhir melawan Banten Warriors tersebut.
Secara situasi pertandingan, Persebaya seharusnya di atas angin. Mereka unggul lebih dulu lewat gol Francisco Rivera pada menit ke-23. Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama. Dewa United merespons cepat dan menyamakan kedudukan melalui Kafiatur Rizky di menit ke-30, membuat laga kembali terbuka
Masalah pertama Persebaya terlihat jelas. Yakni, lemahnya kontrol emosi dan ritme setelah mencetak gol. Alih-alih mengunci permainan, lini pertahanan justru lengah sehingga lawan mudah membalas.
Momentum besar sebenarnya datang tujuh menit berselang. Bek Dewa United, Nick Kuipers, diganjar kartu merah pada menit ke-37. Situasi 11 lawan 10 pemain membuat Persebaya mempunyai waktu lebih dari separuh laga untuk menekan habis-habisan. Namun, di sinilah ironi terjadi.
Alih-alih semakin tajam, serangan Bajul Ijo justru kehilangan variasi. Dominasi penguasaan bola tak berbanding lurus dengan peluang bersih. Dewa United memilih bertahan total dengan blok rendah, menumpuk pemain di sepertiga akhir, dan menunggu celah serangan balik.
Persebaya seperti kehabisan ide. Umpan-umpan silang mudah dipatahkan, tusukan lini kedua jarang efektif, sementara penyelesaian akhir kurang klinis.
Drama memuncak di penghujung laga. Persebaya sempat bersorak setelah Mihailo Perovic mencetak gol. Namun, harapan itu runtuh ketika VAR menganulir gol karena pelanggaran dalam prosesnya. Keputusan itupun memukul mental pemain. Waktu yang tersisa tak cukup untuk membangun ulang momentum.
Secara taktik, pertandingan ini memperlihatkan beberapa catatan penting bagi tim asuhan Bernardo Tavares. Keunggulan jumlah pemain tidak dimaksimalkan dengan tempo cepat dan rotasi bola agresif. Persebaya terlalu sabar, bahkan cenderung lambat, sehingga pertahanan rapat Dewa United terasa nyaman.
Selain itu, absennya kreativitas di sepertiga akhir membuat dominasi terasa hampa. Serangan banyak berputar di luar kotak penalti tanpa penetrasi berbahaya.
Boleh jadi, faktor psikologis juga tak bisa diabaikan. Catatan buruk menghadapi Dewa United tampaknya masih membebani. Rekor tanpa kemenangan yang telah berlangsung hampir tiga tahun kini kembali bertambah panjang
Pada akhirnya, laga ke-19 menjadi gambaran klasik. Unggul kandang, unggul pemain, unggul peluang — tetapi gagal menang. Jika ingin bersaing di papan elite klasemen, Persebaya harus belajar bahwa dominasi saja tak cukup. Ketajaman, ketenangan, dan keberanian mengambil risiko di momen krusial adalah pembeda.
Tanpa itu, kutukan melawan Dewa United akan terus menjadi cerita berulang.
Kendati demikian, meski harus berbagi angka dengan anak asuh Jan Olde Riekerink, posisi Persebaya naik satu peringkat. Dari semula urutan keenam, kini menempati posisi kelima dengan 32 poin. Sama dengan poin yang diraih Persita Tangerang.
Adapun empat tim teratas di klasemen sementara, masing-masing Persib Bandung (44 poin), Borneo FC (43 poin), Persija (41 poin), dan Malut United (37 poin). Laga selanjutnya, Presebaya akan tandang melawan Bali United (peringkat ke-8 dengan 28 poin) pada 7 Februari mendatang. (*)
Head to Head Persebaya vs Dewa United
- 1/2/2026: Persebaya vs Dewa United (1-1)
- 26/9/2025: Dewa United vs Persebaya (1-1)
- 21/2/2025: Dewa United vs Persebaya (2-0)
- 27/9/2024: Persebaya vs Dewa United (0-0)
- 16/4/2024: Persebaya vs Dewa United (0-3)
- 30/9/2023: Dewa United vs Persebaya (1-1)







