KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai merumuskan pola baru pengelolaan anggaran menjelang berakhirnya program RT Keren.
Seluruh kegiatan di program lama itu ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2025, sebelum pemerintah beralih ke program Karyamas pada tahun anggaran berikutnya.
Kabag Tapem Setda Kota Blitar Fredy Hermawan, mengatakan pencairan tahap kedua RT Keren sudah hampir tuntas. Sejumlah RT bahkan telah menyelesaikan pekerjaan fisik maupun administrasi.
“Posisinya sudah di ujung November. Harapan kami, pertengahan Desember seluruh kegiatan RT Keren selesai,” ujarnya, Sabtu (29/11).
Karyamas akan menerapkan skema alokasi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Perhitungan anggaran mempertimbangkan ukuran lingkungan, karakter wilayah, hingga daftar prioritas yang disusun kelurahan.
“Di Karyamas tidak ada lagi angka patokan yang sama. Besarannya melihat kondisi setiap wilayah. Ada kelurahan yang luas, ada yang padat, ada yang butuh percepatan di bidang tertentu,” jelas Fredy.
Menurutnya, pola ini dipilih agar anggaran pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran.
Meski skema pendanaan berubah, pemerintah tidak menggeser struktur pelaksana di lapangan. Pengelolaan dana tetap berada di tangan Kelompok Masyarakat (Pokmas), mulai dari penyusunan rencana kerja hingga pertanggungjawaban akhir.
“Yang bertanggung jawab tetap Pokmas. Mereka yang mengatur, mengelola, dan memutuskan kegiatan sesuai kebutuhan warga,” tegasnya.
Fredy menilai keberadaan Pokmas selama ini terbukti mempermudah proses pengawasan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dalam setiap kegiatan pembangunan.
Ia menambahkan, meski ada transformasi program, pemerintah tidak mengubah prinsip dasar pembangunan harus digerakkan oleh masyarakat.
“Pokmas itu bukan hanya pengelola anggaran. Mereka bagian dari sistem pemberdayaan. Warga terlibat sejak tahap perencanaan sampai evaluasi,” imbuhnya.(*)








