KabarBaik.co, Pasuruan – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berdampak terhadap aktivitas ekonomi pekerja wisata. Penutupan yang hingga kini membuat tour guide hingga ojek wisata kehilangan sumber pendapatan.
Hal itu disampaikan Fiki Herlambang, tour guide Bromo, saat ditemui di kawasan Dingklik, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Dia mengungkapkan bahwa selama kebakaran hingga kini dia sudah tidak bekerja lagi.
“Tidak bisa bekerja saat kebakaran hutan dan seluruh area wisata ditutup, semoga cepat pulih kawasan TNBTS dan seluruh warga bisa bekerja,” kata Fiki.
Menurut Fiki, saat aktivitas wisata normal, dirinya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 300 ribu dalam sehari dari menjadi tour guide. Namun, sejak kawasan ditutup, penghasilan tersebut terhenti sepenuhnya.
“Sehari Rp 300 ribu, tapi sejak ditutup akibat kejadian alam ini tidak ada pemasukan, kalau adapun kerja ke ladang dan pasar,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Mawan, pekerja ojek wisata di kawasan Bromo. Penutupan kawasan membuat dirinya tidak lagi mendapatkan penumpang wisatawan.
“Untuk aktivitas sekarang kayak repot, soalnya menunggu tamu, kan tutup untuk di wilayah Bromo. Jadi untuk kesehari-harian masih nunggu yang disuruh orang,” kata Mawan.
Ia berharap kebakaran di kawasan Bromo segera berakhir, sehingga kawasan wisata dapat kembali dibuka dan pekerja bisa kembali memperoleh penghasilan. “Harapannya ke depannya mudah-mudahan kebakaran selesai, terus dibuka kembali,” pungkas Mawan. (*)







