KabarBaik.co, Surabaya — Persebaya Surabaya akhirnya memecah kebuntuan dengan cara spektakuler. Welber Motta mencetak gol akrobatik melalui tendangan salto pada menit ke-80 untuk membawa Green Force unggul atas Penang FC, Malaysia, dalam laga International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (15/8) malam WIB.
Gol tersebut lahir dari situasi sepak pojok. Yuran Fernandes memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah yang tepat. Welber Motta kemudian menyambut bola yang sejatinya tidak mudah itu dengan tendangan semi salto hingga membuat penjaga gawang Penang FC tak berdaya.
Kemenangan tersebut tentu terasa semakin penting karena Persebaya tampil sebagai tim yang lebih dominan sepanjang pertandingan. Meski harus menunggu hingga 80 menit untuk memecah kebuntuan, statistik menunjukkan Bajul Ijo mampu mengontrol jalannya permainan.
Persebaya mencatat 56 persen penguasaan bola, berbanding 44 persen milik Penang FC. Green Force juga melepaskan 18 tembakan, terdiri dari delapan shot on target dan 10 tembakan melenceng. Sementara Penang FC menghasilkan 13 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang dan enam lainnya melebar.
Tekanan Persebaya juga terlihat dari jumlah sepak pojok. Francisco Rivera dkk mendapatkan tujuh corner, sedangkan Penang FC sama sekali tidak memperoleh sepak pojok sepanjang pertandingan. Dari sisi disiplin, Persebaya menerima tiga kartu kuning tanpa kartu merah, sementara Penang FC mendapat dua kartu kuning dan satu kartu merah.
Artinya, kemenangan 1-0 tersebut bukan sekadar hasil dari satu momen keberuntungan. Persebaya menunjukkan kontrol permainan, intensitas serangan, sekaligus kemampuan mempertahankan tekanan hingga penghujung laga.
Sebelum gol Welber, Persebaya memang harus menghadapi perlawanan ketat tim liga 1 Malaysia. Pada babak pertama, Bajul Ijo beberapa kali menciptakan peluang melalui Malik Risaldi, Rachmat Irianto, hingga skema bola mati. Namun, Penang FC juga sempat mengancam dan memaksa Ernando Ari melakukan dua penyelamatan penting pada menit ke-25.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Persebaya kemudian terus menjaga tekanan pada babak kedua sampai akhirnya gol yang ditunggu datang melalui cara yang spektakuler.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif Persebaya dalam persiapan menuju musim 2026/2027. Sebelumnya, Green Force juga mencatat performa positif di Piala Presiden 2026. Dalam turnamen tersebut, Persebaya mengawali langkah dengan kemenangan atas Persija Jakarta dan PSMS Medan, kemudian menaklukkan juara bertahan Port FC 2-1 pada fase grup.
Catatan tersebut menjadi modal berharga bagi Bernardo Tavares untuk terus mematangkan tim. Persebaya sendiri telah menempatkan Piala Presiden sebagai bagian dari proses membangun skuad dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Kini tantangan sebenarnya sudah di depan mata. Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September 2026. Artinya, Persebaya memiliki waktu sekitar tiga pekan untuk memoles detail permainan sebelum memasuki kompetisi resmi.
Dengan fondasi yang mulai terbentuk dan modal hasil positif di masa pramusim, target Persebaya pun semakin jelas. Green Force tidak ingin sekadar menjadi penghias papan atas. Gelar Super League menjadi bidikan utama.
Ambisi tersebut memiliki makna lebih besar bagi Persebaya. Musim 2026/2027 merupakan fase penting menuju usia satu abad klub. Persebaya yang berdiri pada 1927 akan memasuki momentum 100 tahun pada 2027.
Karena itu, gelar Super League musim ini bisa menjadi kado istimewa bagi perjalanan panjang Green Force sekaligus hadiah yang sangat berarti bagi Bonek dan Bonita.
Gol salto Welber Motta atas Penang FC mungkin hanya menghasilkan kemenangan 1-0 dalam sebuah laga persahabatan. Namun, dari GBT, Persebaya mengirim pesan: mereka siap menyambut musim baru dengan target yang jauh lebih besar.
Susunan pemain
Persebaya: Ernando Ari (GK); Koko Ari, Walber Mota, Risto Mitrevski, Mikael Tata; Diogo Ramalho, Rachmat Irianto, Ichlasul Qadri; Malik Risaldi, Yann Mabella, Yusuf Meilana.
Penang FC: Ramadhan (GK); Mohammad Fahmi, Stefano, Mark Porteria, Fazly Mazlan; Izzat, Sirojiddin Kosimov, Danie; Bobojonov, Javier Gayoso, Shahrel Fikri.






