KabarBaik.co, Surabaya — Pemkot bersama DPRD Kota Surabaya resmi menyepakati Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Penanganan genangan air, pengaspalan jalan, dan penerangan jalan umum menjadi tiga prioritas utama pembangunan Kota Pahlawan tahun mendatang.
Penandatanganan Nota Kesepakatan dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Pimpinan DPRD Kota Surabaya dalam Rapat Paripurna Persetujuan Bersama di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (14/8).
Proyeksi Anggaran Rp 15 Triliun
Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan proyeksi besaran APBD Surabaya tahun 2027 diperkirakan berada di kisaran Rp15 triliun. Angka tersebut masih menunggu kepastian besaran Transfer ke Daerah (TKD) serta Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
“Kita masih merencanakan dengan perhitungan TKD, termasuk Dana Bagi Hasil yang akan diturunkan tahun ini. Jadi kita menghitung berdasarkan tahun berjalan dan perhitungan sebelumnya, maka proyeksinya sekitar Rp15 triliun,” ujar Wali Kota Eri, Sabtu (15/8).
Tiga Prioritas Utama 2027
Eri menegaskan anggaran tahun 2027 akan difokuskan pada tiga kebutuhan warga yang paling mendesak: pengaspalan jalan, penerangan jalan umum, dan penanganan genangan air. Pemkot memilih memusatkan dana pada persoalan prioritas agar penanganannya lebih optimal dan terukur.
“Prioritas kita jelas: pertama pengaspalan jalan, kedua penerangan jalan umum, ketiga penanganan genangan air. Kita fokuskan di sana agar penanganannya berjalan lebih optimal” ujarnya.
200 Titik Genangan Jadi Sasaran, Anggaran Lebih Rp 1 Triliun
Dari total sekitar 450 titik genangan yang masih tercatat di seluruh Surabaya, Pemkot menargetkan menangani sekitar 200 titik pada tahun 2027 saja. Angka tersebut merupakan kelanjutan keberhasilan yang telah menurunkan jumlah titik genangan dari sekitar 700 menjadi 400 titik dalam beberapa tahun terakhir.
Kawasan yang menjadi prioritas penanganan meliputi Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, Jemursari, Medokan Semampir, hingga sekitar Jalan Raya Tenggilis Mejoyo (SMA Negeri 14 Surabaya).
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran lebih dari Rp 1 triliun.
“Insyaallah lebih dari Rp 1 triliun. Tidak bisa menyentuh semuanya sekaligus, maka kita pastikan terlebih dahulu titik mana saja yang akan ditangani, sehingga nanti bisa dievaluasi: apakah benar-benar genangannya hilang atau berkurang,” jelas Eri.
Jalan Lingkar Luar Barat Tetap Berjalan
Selain penanganan genangan, pembangunan infrastruktur jalan juga tetap menjadi perhatian. Eri memastikan proyek strategis Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) tetap masuk dalam perencanaan dan akan terus dilanjutkan pembangunannya.
Dengan penetapan titik-titik prioritas yang jelas, Pemkot Surabaya berharap hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan efektivitas penanganan persoalan perkotaan dapat dipantau serta dievaluasi secara berkala. (*)






