KabarBaik.co, Malang – Kebakaran terjadi di kawasan permukiman Jalan Muharto V Perum Blok D12, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (13/3) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit mobil sekaligus toko sparepart kendaraan milik warga setempat.
Kejadian itu membuat warga sekitar geger setelah api tiba-tiba membesar dan melahap kendaraan serta sebagian bangunan toko di lokasi tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Satpol PP Kota Malang, peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 19.07 WIB oleh pemilik tempat, Mohammad Halil.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan, petugas langsung dikerahkan menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. “Kami menerima laporan pukul 19.07 WIB. Tim berangkat tiga menit kemudian pada pukul 19.10 WIB dengan jarak tempuh sekitar 2,7 kilometer menuju lokasi,” ujar Pandu.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.19 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian. Menurut Pandu, kebakaran diduga dipicu oleh korek api yang dilempar ke area kendaraan hingga menimbulkan percikan api. Api kemudian membesar dan merembet ke bangunan toko sparepart.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan 15 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Selama proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 16 ribu liter air. “Api merambat hingga membakar kendaraan serta sebagian bangunan toko sparepart dengan total area terdampak sekitar 64 meter persegi,” jelasnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 20.05 WIB. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 500 juta. Usai proses pemadaman, petugas juga memberikan edukasi kepada warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan benda yang mudah terbakar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)






