KabarBaik.co, Gresik – Sebuah kedai kopi mungil di kawasan kota tua Gresik menarik perhatian wisatawan mancanegara. Kedai tersebut adalah Kedai Peti Kopi GM, yang dikenal dengan sajian kopi khas serta nuansa heritage yang kental.
Berlokasi di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem, kedai ini berdiri tepat di depan Rumah Gajah Mungkur, bangunan bersejarah yang telah ada sejak 1898 dan kini berstatus cagar budaya. Kawasan ini merupakan bagian dari destinasi wisata kota lama Bandar Grissee yang populer hingga mancanegara.
Pemilik Kedai Peti Kopi GM Guslan Gumilang, mengatakan kedainya kerap menjadi tempat singgah wisatawan asing yang berkunjung ke kawasan tersebut.
“Wisatawan dari Belanda, Perancis, Australia, Swedia hingga Jerman sering mampir untuk menikmati kopi di sini,” ujarnya.

Menurutnya, daya tarik utama kawasan tersebut adalah arsitektur kolonial yang masih terjaga, terutama di sepanjang Jalan Nyai Ageng Arem-Arem yang dikenal sebagai Embong Peti. Hal ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu ikon wisata heritage di Gresik.
Tak hanya lokasi, Kedai Peti Kopi GM juga menawarkan beragam pilihan kopi dengan cita rasa khas. Salah satu menu favorit adalah kopi robusta dengan metode Vietnam drip, yang memiliki rasa pahit seimbang dengan lapisan krema lembut di atasnya.
Selain itu, tersedia berbagai metode manual brewing seperti siphon, V60, mokapot, hingga cold brew yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kopi.
Biji kopi yang digunakan pun beragam, mulai dari robusta lokal Jawa Timur—khususnya dari Dampit, Malang—hingga robusta Lampung. Untuk jenis arabika, tersedia varian dari Gunung Kawi, Blitar, serta Majalaya, Jawa Barat.
Salah satu pengunjung asal Berlin, Jerman, Frank Drygala, mengaku menyukai kopi robusta Lampung karena rasanya yang kuat.
“Kopi ini membuat saya lebih semangat dan tidak mengantuk,” ujarnya.
Sementara itu, wisatawan asal Amsterdam, Belanda, Jan Hoksbergen, lebih memilih kopi arabika dengan metode siphon karena rasanya yang lebih lembut.
“Saya sangat menikmati kopi yang soft ini dengan suasana senja di kawasan heritage,” katanya.
Selain rasa kopi, suasana kedai juga menjadi daya tarik tersendiri. Interior Kedai Peti Kopi GM mengusung konsep lawas dengan sentuhan unfinished, dilengkapi koleksi benda-benda antik seperti brankas besi dan lampu bergaya kolonial.
Mengusung tagline “Coffee & Heritage”, kedai ini menghadirkan pengalaman ngopi yang berbeda. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan barista di meja bar, menciptakan suasana yang hangat dan personal.
Meski menawarkan pengalaman unik, harga kopi di Kedai Peti Kopi GM tergolong ramah di kantong, yakni berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 35.000.
Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, Kedai Peti Kopi GM justru menawarkan sesuatu yang berbeda: perpaduan cita rasa kopi nusantara dan pengalaman menikmati suasana kota tua yang autentik. Tak heran jika kedai ini menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.(*)






