Kegiatan SMAN 1 Porong ke Malang Tak Kantongi Izin dari Dinas Pendidikan

oleh -450 Dilihat
25a53c20 7365 4bf4 832a 02a2268da74f
Kadispendik Jatim Aries Agung Paewai saat berada di rumah korban kecelakaan di Tol Purwodadi. (Foto: Yudha)

KabarBaik.co – Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa SMAN 1 Porong tidak mengajukan izin resmi sebelum mengadakan perjalanan ke Malang yang berujung kecelakaan maut.

Hal ini disampaikan Kepala Dispendik Jatim Aries Agung Paewai, saat mengunjungi rumah duka korban kecelakaan, Nafiri Arimbi Maharani, di Desa Candi Pari, pada Minggu (2/2).

Menurut Aries, izin kegiatan di luar lingkungan sekolah harus melalui prosedur yang jelas dan berjenjang. Mulai dari sekolah, kemudian ke dinas cabang, hingga ke Dispendik Jawa Timur.

Namun, dalam kasus ini, kepala sekolah tidak melaporkan perjalanan tersebut kepada pihaknya.

“Sebenarnya (siswa, red) minta izin ke sekolah, tapi kepala sekolah tidak melaporkan ke kami, dan izinnya memang harus berjenjang, mulai dari sekolah ke dinas cabang dan dinas pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejak kecelakaan di Mojokerto beberapa waktu lalu, pihaknya sudah memperingatkan para kepala sekolah untuk lebih berhati-hati dalam memberikan izin kegiatan. Hal ini mencakup seluruh aktivitas di luar sekolah, termasuk outing class, yang harus dipastikan keamanannya.

Aries juga telah melaporkan insiden ini kepada Pj Gubernur Jawa Timur agar dapat segera ditindaklanjuti. Menurutnya, prosedur perizinan sangat penting untuk memastikan kendaraan yang digunakan dalam perjalanan diperiksa kelayakannya, serta mengevaluasi manfaat kegiatan agar tidak ada acara di luar sekolah yang dilakukan secara sembarangan.

“Prosedur (untuk outing class, red) ini penting, agar kendaraan yang digunakan dapat diperiksa kelayakannya, selain itu, tujuan serta manfaat kegiatan juga harus dipastikan agar tidak ada kegiatan di luar sekolah yang sembarangan dilakukan,” tegasnya.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan, Aries mengetahui bahwa perjalanan tersebut merupakan inisiatif mandiri para siswa. Mereka menggunakan fasilitas yang disepakati sendiri tanpa campur tangan langsung dari pihak sekolah. Namun, di tengah perjalanan, kecelakaan terjadi, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di antara rombongan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Porong, Ropinggi, menyatakan bahwa pihaknya sudah sangat berhati-hati dalam membuat kebijakan terkait kegiatan siswa. Apalagi, berkaitan dengan biaya dan keselamatan.

“Kami sudah menformat tidak ada kegiatan, tapi ternyata anak-anak sudah menyusun kesepakatan melalui polling yang mereka himpun, sehingga polling itulah yang disodorkan ke kami, mereka bilang kalau tidak ada kegiatan, mereka tetap jalan sendiri,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sekolah hanya memberikan persetujuan tanpa terlibat dalam pengelolaan kegiatan tersebut. “Kami berikan persetujuan untuk melaksanakan kegiatan, sekolah tidak mau cawe-cawe, kami minta agar dikelola sendiri dan minta izin orang tua masing-masing,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.