Kematian Yoseph Sisakan Trauma, Keluarga Minta Banyuwangi Bebas Anak Punk

oleh -274 Dilihat
Lokasi pengeroyokan warga Banyuwangi

KabarBaik.co, Banyuwangi – Kematian Yoseph Bahtiar Irawan, 46 tahun, warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi menyisakan pilu dan trauma bagi keluarga.

Betapa tidak, Yoseph Bahtiar yang merupakan tulang punggung keluarga meninggal secara tragis usai dikeroyok belasan anak punk.

Adik korban, Trias Oktania mengaku keluarga masih trauma. Sebab peristiwa itu cukup tragis. Keluarga korban bahkan masih takut saat melihat anak punk.

“Makanya kalau bisa diusir saja anak-anak Punk itu. Banyuwangi harus bebas dari anak Punk,” kata Oktania saat ditemui di kediaman rumah duka, Kamis (6/2).

Informasi yang dihimpun, belasan anak punk pelaku pengeroyokan berhasil diamankan Satreskrim Polresta Banyuwangi. Mereka diamankan di daerah Kapongan Situbondo.

“Kalau bisa pelaku diberi hukuman setimpal,” ujarnya.

Sebagai informasi, Yoseph dikeroyok oleh belasan anak Punk di Jalan Banyuwangi – Situbondo, Rabu (4/2) sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut informasi, sebelum mengeroyok korban para anak punk datang terlihat berkumpul dan sempat membuat ulah di restoran di daerah itu.
“Katanya anak-anak punk itu dengan jumlah yang cukup banyak, ada ramai-ramai di rumah makan,” kata Oktania.

Pemilik restoran lalu meminta sekuriti mengusir para anak punk itu. Setelahnya mereka pergi. Sebagian kumpul di pinggir jalan, sementara tiga anak punk lainnya mengamen di rumah-rumah warga yang ada di pinggir jalan.

Tiga anak punk inilah yang diduga memicu pengeroyokan korban. Awalnya mereka mengamen di rumah tetangga korban. Setelahnya, mereka berpindah ke rumah korban.

Entah karena apa, lalu terjadi cekcok antara korban dengan ketiga anak punk yang mengamen. Ketiga anak punk tersebut kemudian lari dan dikejar oleh korban.

“Mereka lari ke arah selatan. Sama kakak saya dikejar. Tidak ada yang tahu pasti juga penyebabnya apa sehingga kakak saya mengejar mereka,” ujarnya.

Kejar-kejaran itu terjadi hingga lebih dari 100 meter ke arah selatan. Di lokasi pengejaran itu, tiga anak punk ternyata telah berkumpul dengan balasan kawan mereka.

Di pinggir jalan itu, korban dianiaya secara brutal. Ketika beberapa orang warga datang mendekat, para anak punk lari meninggalkan lokasi.

Para anak punk tersebut sempat dilihat oleh warga menggandol atau menumpang truk yang lewat. Mereka meninggalkan lokasi meninggalkan lokasi ke arah utara.

Salah satu warga yang berada di lokasi sempat melihat anak punk tersebut pergi dengan gaya mengejek ke arah korban. Sementara korban dalam kondisi ambruk tak berdaya.

“Istri kakak saya sempat menyusul ke lokasi. Kakak saya sudah tidak berdaya saat itu,” tambah Oktania.

Oleh warga, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka-luka parah di kepala. Korban juga sempat muntah-muntah.

“Sejam setelah di rumah sakit, kakak saya meninggal,” sambungnya.

Sebanyak 15 anak punk telah diperiksa polisi dalam kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan secara maraton tidak seluruhnya melakukan pengeroyokan. Hanya ada dua yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari pemeriksaaan total ada lima pelaku, dua kami amankan dan tiga lainnya masih diburu,” kata Wakasatreskrim AKP Didik Hariono.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.