KabarBaik.co – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar mulai mendekati kelompok usia muda untuk menekan potensi pernikahan dan perceraian dini. Pendekatan ini dilakukan melalui bimbingan langsung kepada remaja tingkat SMA/SMK dan mahasiswa di berbagai universitas di Kota Blitar.
Hal tersebut disampaikan oleh Syafiurofiq, Pengadministrasi Umum Seksi Bimas Islam.
Ia menjelaskan, bimbingan diberikan sebagai bentuk pencegahan sejak dini, sebelum remaja memasuki jenjang pernikahan. Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga bermula dari kurangnya pemahaman tentang kesiapan mental maupun tanggung jawab dalam berkeluarga.
“Kami mengadakan bimbingan untuk menanggulangi perceraian. Sasaran kami remaja SMA/SMK, dan juga usia remaja menikah 20 tahun ke atas yang ada di universitas di Kota Blitar,” ujar Syafiurofiq, Senin (8/12).
Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan pada dasar-dasar membangun hubungan yang sehat, serta memahami bahwa pernikahan bukan hanya tentang formalitas akad, tetapi perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan emosional dan kedewasaan.
Selain menyasar remaja, Kemenag Kota Blitar juga menjalankan program Keluarga Masalahah. Program ini ditujukan kepada guru-guru di bawah naungan Kemenag.
“Kami juga adakan di guru-guru naungan Kemenag Kota Blitar, karena kasus perceraian juga sering di alami oleh tenaga pendidik,” katanya.
Pendekatan ke kelompok usia muda ini dilatarbelakangi kondisi nyata di lapangan. Berdasarkan data Kemenag Kota Blitar, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 960 perkawinan terjadi.(*)






