KabarBaik.co, Mataram – Kepala Kemenhaj NTB Lalu M. Amin, menegaskan jemaah haji harus memprioritaskan kekhusyukan ibadah dan menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat selama berada di Tanah Suci, termasuk membuat konten di area ibadah.
Menurutnya, ibadah haji sebagai rukun Islam kelima membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual, sehingga setiap jemaah harus memanfaatkan waktu secara maksimal untuk beribadah.
“Seluruh jemaah haji perlu memahami bahwa mereka akan melaksanakan ibadah suci sebagai bagian dari rukun Islam kelima. Karena itu, laksanakan ibadah dengan khusyuk dan hindari hal-hal yang tidak bermanfaat, termasuk membuat konten di tempat-tempat ibadah. Selain tidak diperkenankan, aktivitas tersebut juga dapat dikenai sanksi tegas hingga denda oleh pihak Arab Saudi,” tegas Lalu M. Amin, Minggu (3/5).
Ia juga menyoroti peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah. Penggunaan atribut berlebihan seperti spanduk di area ibadah dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi jemaah lain.
“Kami juga mengimbau KBIHU untuk tidak menggunakan atribut berlebihan seperti spanduk di tempat ibadah karena dapat mengganggu jemaah lain,” ujarnya.
Selain itu, jemaah diminta tidak membawa barang secara berlebihan guna menghindari kendala saat mobilitas, khususnya dalam perjalanan dari Madinah ke Mekkah yang berisiko menimbulkan over bagasi.
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Laksanakan ibadah dengan nyaman dan aman, serta utamakan keselamatan. Itulah yang menjadi prioritas kami,” tutupnya.(*)







