Kementan Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati, Harga Turun Jadi Rp 55 Ribu per Kg

oleh -79 Dilihat
Peninjauan harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) didukung Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) melaksanakan Gelar Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta. Dalam aksi ini, cabai rawit di PIKJ dijual dengan harga Rp 55.000 per kilogram sebagai upaya meredam harga yang sempat melonjak hingga Rp 120.000 per kilogram.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi menyampaikan bahwa pada Kamis (19/2) pasokan cabai didatangkan dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

“Pasokan hari ini sekitar 980 kilogram berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Besok insyaallah akan datang lagi dari Jawa Barat, yakni Bandung, Sumedang, dan Cianjur,” kata Agung dalam keterangannya pada Kamis (19/2).

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan bahwa kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan seluruh pihak, sehingga harga untuk konsumen dapat stabil dan petani tetap memperoleh margin yang wajar.

“Untuk aksi ini, harga cabai rawit merah di tingkat petani Rp50.000 per kilogram dan harga di PIKJ Rp 55.000 per kilogram. Kami harapkan di tingkat konsumen dan pengecer maksimal di harga Rp 65.000 per kilogram,” jelasnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan bahwa secara umum stok cabai rawit merah di tingkat nasional dalam kondisi aman, bahkan surplus. Penambahan pasokan di PiKJ ini dilakukan agar harga kembali wajar tanpa merugikan petani.

“Aksi Guyur Pasokan ini akan berlangsung hingga 14 hari ke depan atau hingga harga stabil. Kementan bersama semua pihak akan mengawal penuh dan memastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ,” ungkapnya.

Aksi Guyur Pasokan Cabai ini dilakukan Kementan dengan berkolaborasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim selaku Satgas Pangan, Paguyuban Pedagang PIKJ, serta dinas daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bapanas, Maino menyampaikan komitmen Bapanas untuk aksi bersama ini. “Kami memfasilitasi distribusi agar pasokan lekas stabil dan harga kembali normal. PIKJ sebagai barometer harga cabai nasional menjadi target utama untuk aksi saat ini,”terangnya.

Sementara itu, dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan agar harga bahan pangan stabil, terutama menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). “Pemerintah akan terus melakukan upaya sebaik mungkin. Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum,” ujar Mentan Amran.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.