KabarBaik.co – Sebanyak 123 calon siswa di Banyuwangi kena prank Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB). Keterangan pada SPMB, ratusan calon siswa itu dinyatakan diterima di SMAN 1 Giri melalui jalur pemenuhan kuota.
Namun ketika dilakukan registrasi, sekolah menolak. Alasannya, tidak ada kuota bagi 123 siswa itu. Sekolah beralasan ada kesalahan pada sistem SPMB.
Alhasil, wali murid maupun siswa banyak yang semula penuh harap, kini menjadi marah dan kecewa. Banyak siswa yang mentalnya langsung drop.
Salah satu wali murid, Elizabeth Wulandari Widiastuti, 52 tahun, mengaku mental anaknya drop. Semula anaknya sangat semangat karena mendapat notifikasi diterima di SMAN 1 Giri lewat jalur pemenuhan kuota.
Ia pun mendampingi segala keperluan persyaratan dan melakukan registrasi. Tapi setiba di sekolah ia langsung ditolak mentah-mentah.
“Saya dan anak saya sudah ke sekolah pagi karena jam 4 itu sudah ada pengumuman kalau anak diterima dan ini sah, resmi dari website SPMB. Sampai di sekolah, jangankan dilihat berkas saya, baru masuk sudah disuruh pulang,” terang Elizabeth, Selasa (1/7).
Elizabeth menyebut secara akademis anaknya cukup mengesankan dengan nilai rata-rata 8-9. Namun, putrinya mengambil jalur domisili lantaran lokasi tinggalnya dekat dengan sekolah tersebut, sehingga tak ada firasat bahwa sang putri akan ditolak.
“Anak saya pinter, gak neko-neko dan nilainya bagus terus. Tapi ini ambil domisili karena di Kebalenan rumahnya kan dekat, serta peluang ini lebih besar,” tegasnya.
Elizabeth curiga ada upaya permainan dalam penerimaan siswa baru dan nasib anaknya jadi korban.
“Logikanya, anak saya masuk daftar nomor 7 katanya kuota tinggal 3 kenapa kok masih dibuka. Harusnya ditutup dan tidak diumumkan diterima, bagaimana nasib anak saya harusnya bisa dia masuk SMA sini,” ungkap Elizabeth sembari mencucurkan air mata.
Hal yang membuat sesak dadanya adalah hari ini adalah terakhir pendaftaran di SMA. Pin pendaftaran pun tidak bisa digunakan di sekolah lain sebab sudah tertaut di SMAN 1 Giri.
Itulah alasan mengapa mental anaknya langsung jatuh mendengar ditolak oleh SMAN 1 Giri itu.
“Jadi mentalnya drop sekarang ini,” terangnya.
Ia berharap ada keadilan bagi putrinya, ia tidak membayangkan jika sang putri terpaksa harus masuk sekolah kejuruan sementara cita-cita nya menjadi seorang psikolog.
Sebagai orang tua tunggal, Elizabeth banting tulang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan hidup dan merasa cemas terkait biaya sekolah jika anak harus masuk sekolah swasta.
“Saya ini janda anak tiga mbak, cari uang sendiri untuk sekolahkan anak. Kok dibeginikan anak saya, swasta mungkin bisa masuk tapi biayanya pasti tinggi,” kisah Elizabeth.
Tak berhenti berharap, ia masih berdoa agar ada keajaiban sehingga sang putri bisa masuk ke sekolah negeri.
Senada juga disampaikan wali murid lain bernama Titin, anaknya sudah sangat semringah diterima di SMAN 1 Giri. Ia dari pagi semangat mengantarkan anaknya mengurus registrasi di sekolah. Namun setiba di sekolah malah tidak diterima.
Ia pun menuntut sekolah segera menyelesaikan masalah ini. Ia berharap pin segara dipulihkan.
“Pokoknya saya mau selesai hari ini, karena besok pin mau dipakai daftar di SMK. Besok terakhir soalnya. Sudah rugi banyak waktu tenaga tapi malah diprank,” kata Titin dengan nada geram.
“Mental anak gini jadi down,” terangnya.
Sementara kepala sekolah SMA N 1 Giri I Ketut Ranen mengungkapkan, di sekolahnya sudah tidak ada kuota tambahan lantaran seluruh kursi telah terisi. Ia menyebut ada kesalahan sistem pada server.
“Kami sudah menghubungi pihak provinsi dan sekarang bisa dilihat ada kesalahan sistem dan masih dalam perbaikan,” terangnya I Ketut Renen.
Ia mengaku telah meminta agar nomor PIN sebanyak 123 siswa yang terdaftar masuk di SMA N 1 Giri untuk dibuka sehingga bisa mendaftar ke sekolah lain.
“Kami sudah meminta untuk PIN dibuka, jadi yang terdaftar disini bisa daftar ke SMKN,” katanya.
I Ketut Ranen mengaku tidak tahu siapa yang harus bertanggung jawab terhadap situasi tersebut.
“Saya tidak tahu, karena bukan kapasitas saya untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab,” tutupnya.






