KabarBaik.co – Kekacauan penerimaan siswa baru terjadi di SMA Negeri 1 Giri, Banyuwangi. Sebanyak 123 calon siswa kena prank oleh Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Timur.
Dalam keterangan surat yang diterima dari sistem PPDB, ratusan siswa itu diterima di SMA Negeri 1 Giri melalui jalur pemenuhan kuota.
Namun setelah dilakukan pendaftaran ulang, sekolah menyatakan bahwa tidak ada kuota bagi 123 siswa itu. Alhasil, wali murid serta calon siswa pun terpaksa gigit jari dan merasa tertipu.
Salah satu wali murid, Nuryanto mengaku marah dan kecewa. Sebab ia merasa tertipu, padahal dalam sistem anaknya dinyatakan diterima di SMA Negeri 1 Giri.
Setelah dinyatakan diterima segala persyaratan pun sudah ia penuhi termasuk keterangan bebas narkoba dari kepolisian sesuai dengan syarat yang tercantum dalam pengumuman daftar ulang tersebut.
“Infomasinya kami terima pagi, saya dan anak senang dong. Langsung saya urus semuanya tapi pas daftar ulang malah ditolak,” kata Nuryanto.
Sekolah beralasan ada kesalahan pada sistem. Dijelaskan pula bahwa semua siswa dipastikan tidak bisa sekolah di SMA Negeri 1 Giri karena sudah tidak ada kuota.
Para wali murid pun tambah bingung. Lantaran PIN pendaftaran sudah tidak bisa digunakan.
“Ini mengecewakan, kami kena prank. Nomor PIN anak kami sudah terkunci dan gak bisa daftar ke sekolah lain padahal ini hari terakhir,” jelas Nuryanto.
Senada juga disampaikan wali murid lain bernama Titin, anaknya sudah sangat semringah diterima di SMA Negeri 1 Giri. Ia dari pagi semangat mengantarkan anaknya mengurus registrasi di sekolah. Namun setiba di sekolah malah tidak diterima.
Ia pun menuntut sekolah segera menyelesaikan masalah ini. Ia berharap PIN segara dipulihkan.
“Pokoknya saya mau selesai hari ini, karena besok PIN mau dipakai daftar di SMK. Besok terakhir soalnya,” kata Titin dengan nada geram.
Sementara, Kepala SMA N 1 Giri, I Ketut Renen mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Kuota seluruh rombel sebanyak 360 kursi telah terpenuhi.
“Total kuota di sekolah kami sudah terpenuhi, makanya kami kaget ketika ada 123 siswa mau daftar ulang melalui jalur pemenuhan kuota,” tegas I Ketut Renen.
Melihat situasi itu pihaknya langsung menghubungi Dinas Pendidikan Provinsi Jatim sebagai penanggungjawab utama PPDB di tingkat SMA.
“Kami konfirmasi langsung ke dinas dan katanya ada perbaikan sistem, kami meminta agar nomor PIN 123 siswa ini dibuka sehingga mereka bisa daftar ke SMK karena kalau di sekolah kami sudah tidak mungkin,” terangnya lebih lanjut.






