KabarBaik.co, Malang – Kepadatan arus lalu lintas di Kota Malang menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah hingga kini belum dipengaruhi arus mudik. Lonjakan kendaraan justru dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama belanja kebutuhan Lebaran dan kunjungan ke pusat kuliner selama Ramadan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) pun mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik pusat kota sejak Minggu (15/3) untuk mengurai kepadatan. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, kepadatan yang terjadi sudah diprediksi sebelumnya dan bukan berasal dari arus mudik.
“Sesuai prediksi kami, kepadatan ini bukan karena arus mudik, melainkan meningkatnya aktivitas warga di pusat perbelanjaan, sehingga kami terapkan rekayasa lalu lintas,” ujar Widjaja, Kamis (19/3).
Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas yang diterapkan bersifat insidentil dan situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan. Kepadatan kerap terjadi di sejumlah simpang, khususnya pertemuan arus dari Jalan MGR Sugiyopranoto menuju Jalan Merdeka Timur.
Salah satu titik yang dilakukan rekayasa berada di depan Mal Ramayana Malang. Di lokasi tersebut, arus kendaraan dari Jalan Majapahit dialihkan lurus melewati kawasan Gereja Kayutangan dan diarahkan menuju Jalan Merdeka Utara.
Pengalihan ini bertujuan untuk mencegah kemacetan meluas hingga kawasan Balai Kota Malang di Jalan Tugu yang merupakan salah satu simpul lalu lintas utama di pusat kota. Berdasarkan pemantauan petugas, kepadatan lalu lintas paling sering terjadi pada pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB, bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa.
Selain belanja kebutuhan Lebaran, lonjakan kendaraan juga dipicu mobilitas warga menuju kawasan kuliner untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama. Hal ini menjadikan pusat kota sebagai magnet pergerakan selama Ramadan.
Meski demikian, Widjaja menegaskan rekayasa lalu lintas yang diterapkan bersifat kondisional dan akan dinormalisasi jika arus kendaraan kembali lancar. “Jika arus sudah landai, maka akan kami kembalikan seperti semula,” ungkapnya.
Dishub Kota Malang juga membuka kemungkinan penerapan rekayasa serupa di ruas jalan penghubung antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu, sebagai langkah antisipasi peningkatan mobilitas antarwilayah.
Selain itu, pihaknya juga mewaspadai potensi lonjakan kendaraan akibat libur Hari Raya Nyepi yang berpotensi mengalihkan wisatawan tujuan Bali ke kawasan Malang Raya. (*)






