Kepala BPOM Lepas Ekspor Rempah Bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat dari Surabaya

oleh -179 Dilihat
IMG 20251216 WA0017
Pelepasan ekspor ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga keberlanjutan akses pasar global

KabarBaik.co – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan rempah-rempah Indonesia aman menembus pasar Amerika Serikat. Kepastian itu ditandai dengan pelepasan ekspor rempah bebas kontaminasi radionuklida Cesium-137 yang dipimpin langsung Kepala BPOM Taruna Ikrar, dalam seremoni di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Pelepasan ekspor ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga keberlanjutan akses pasar global sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memenuhi standar keamanan pangan internasional.

Amerika Serikat merupakan salah satu pasar utama rempah Indonesia, namun dalam beberapa waktu terakhir pengawasan di negara tersebut diperketat menyusul temuan kontaminasi Cesium-137 pada sejumlah produk ekspor.

Melalui kebijakan Import Alert 99-51 dan 99-52, U.S. Food and Drug Administration (US FDA) menerapkan mekanisme Detention Without Physical Examination (DWPE) terhadap sejumlah komoditas yang dinilai berisiko, termasuk rempah-rempah asal Indonesia.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, US FDA secara resmi menunjuk BPOM sebagai Certifying Entity (CE) untuk produk rempah Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat. Penunjukan ini memberi mandat kepada BPOM untuk melakukan pemeriksaan sarana produksi, verifikasi, pengambilan contoh, pengujian cemaran radionuklida, hingga penerbitan sertifikat keamanan ekspor berupa Shipment-Specific Certificate (SSC).

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan, pelepasan ekspor ini menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menjawab tantangan global terkait keamanan pangan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pelepasan ekspor rempah bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat. Penunjukan BPOM sebagai Certifying Entity oleh US FDA merupakan bentuk diplomasi berbasis kepercayaan, sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan kredibilitas sistem pengawasan pangan Indonesia,” ujar Taruna, Selasa (16/12).

Ia menjelaskan, BPOM telah melakukan penguatan dari sisi regulasi, sistem, dan teknis di lapangan. Langkah tersebut mencakup pemeriksaan fasilitas eksportir, pemindaian cemaran Cesium-137 menggunakan Radioisotope Identification Device (RIID) bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), serta pengujian lanjutan laboratorium bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Sebagai bukti pemenuhan persyaratan keamanan, BPOM menerbitkan Shipment-Specific Certificate. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa rempah yang diekspor benar-benar aman dan sesuai dengan ketentuan FDA,” katanya.

Pada periode November–Desember 2025, tercatat sebanyak 125 shipment rempah siap diekspor ke Amerika Serikat. Sekitar 82 persen di antaranya telah melalui proses scanning dan sampling, dengan 37 SSC diterbitkan hingga 12 Desember 2025.

Dalam seremoni ini, BPOM melepas delapan kontainer berisi cengkeh (clove) dan kayu manis (cinnamon) dengan total volume 174 ton dan nilai ekonomi sekitar Rp14 miliar.

Taruna menegaskan, pengiriman ini sekaligus menjawab kekhawatiran berbagai pihak terkait kebijakan import alert US FDA.

“Pengiriman hari ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memenuhi standar keamanan pangan internasional. Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dari sisi regulasi, BPOM telah menerbitkan sejumlah pedoman sebagai acuan pemeriksaan ekspor rempah, antara lain Pedoman Pemeriksaan Fasilitas Eksportir Rempah ke Amerika Serikat, Protokol Pemindaian Produk Rempah, serta Protokol Pengambilan Contoh dan Pengujian Produk Rempah.

Sementara bagi pelaku usaha, BPOM juga menyusun Skema Sertifikasi Ekspor Rempah dan Panduan Praktis Ekspor Rempah ke Amerika Serikat.

Apresiasi terhadap peran BPOM disampaikan Ketua Bidang Komunikasi dan Diplomasi Satgas Penanganan Kontaminasi Cesium-137, Bara Krishna Hasibuan. Ia menilai langkah cepat dan terukur BPOM menjadi kunci pemulihan ekspor rempah Indonesia ke pasar Amerika Serikat.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada BPOM di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar. Berkat kerja keras BPOM bersama Satgas dan Kemenko Pangan, hari ini kita dapat melaksanakan pelepasan delapan kontainer rempah ke Amerika Serikat,” ujar Bara.

Menurutnya, pemerintah Amerika Serikat tidak pernah memberlakukan pelarangan total terhadap rempah Indonesia, melainkan menerapkan pengetatan melalui skema red list dan yellow list.

“Produk yang dilepas hari ini berasal dari perusahaan kategori yellow list. US FDA menyepakati BPOM sebagai Certifying Entity di Indonesia, dan kami melihat BPOM bekerja sangat cepat dan profesional,” katanya.

Bara menambahkan, proses sertifikasi dan pengujian yang dilakukan BPOM bersama BRIN dan lembaga terkait memastikan rempah Indonesia bebas dari kontaminasi Cesium-137.

“Ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem pengawasan pangan Indonesia dapat dipercaya dan memenuhi standar internasional,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih atas komitmen dan kerja sama seluruh pihak, terutama Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137, sehingga rempah Indonesia dapat kembali masuk ke pasar Amerika Serikat,” tuturnya.

Sementara itu, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyatakan dukungannya terhadap kelancaran ekspor rempah tersebut. Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menegaskan kesiapan pelabuhan dalam mendukung rantai logistik global.

“Pelepasan ekspor rempah ke Amerika Serikat tidak hanya menunjukkan komitmen Indonesia terhadap standar keamanan pangan internasional, tetapi juga memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul penting rantai logistik global. Kami siap mendukung proses ekspor dengan layanan yang aman, efisien, dan sesuai standar internasional,” ujarnya.

Melalui pelepasan ekspor ini, pemerintah berharap kepercayaan mitra dagang global terhadap produk pangan Indonesia semakin menguat, sekaligus meningkatkan daya saing rempah nasional di pasar internasional.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.