KabarBaik.co, Malang – Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Malang, M. Nurjuliansyah, menegaskan ketersediaan beras di wilayah Malang Raya dan sekitarnya dalam kondisi aman hingga Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 2026. Saat ini total stok beras yang dikelola Bulog Malang mencapai 51.383 ton.
“Kondisinya sangat aman sampai Lebaran karena stok di empat gudang masih 51.383 ton dan seluruhnya merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” tegas Nurjuliansyah, Sabtu (31/1).
Ia menjelaskan, puluhan ribu ton beras tersebut tersimpan di empat gudang Bulog yang berada di wilayah kerja Bulog Malang dan diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, serta mendukung distribusi ke Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.
Pria yang akrab disapa Hanung itu menyebutkan, dalam operasional harian Bulog Malang mendistribusikan beras dengan volume 80 hingga 100 ton per hari, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan permintaan pasar. “Distribusi kami lakukan setiap hari sesuai kebutuhan di lapangan. Rata-rata antara 80 sampai 100 ton per hari,” ujarnya.
Meski stok dinilai sangat mencukupi, Hanung memastikan Bulog Malang tetap menyiapkan langkah antisipasi melalui penambahan pengadaan beras pada 2026. “Tahun 2026 kami ditargetkan melakukan pengadaan hingga 76 ribu ton. Artinya stok akan terus bertambah,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa izin pelaksanaan Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) saat ini hanya berlaku hingga 31 Januari 2026 dan pihaknya masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat. “Untuk kelanjutan program setelah tanggal tersebut, kami masih menunggu arahan. Sampai saat ini harga beras masih stabil,” katanya.
Hanung menegaskan bahwa beras CBP yang disalurkan merupakan beras medium yang dijual melalui program SPHP guna menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. “Harga beras medium di gudang Bulog Malang masih Rp 11.000 per kilogram atau Rp 55.000 per kemasan lima kilogram, dan belum ada kenaikan,” pungkasnya. (*)






