Keputihan Bikin Risih? Kenali Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!

oleh -1363 Dilihat
keputihan 1
Foto Freepik

KabarBaik.co- Keputihan merupakan hal yang umum dialami oleh wanita. Namun, keputihan yang berlebihan atau memiliki bau yang tidak sedap dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan.

Penyebab Keputihan

Berikut beberapa penyebab keputihan yang umum terjadi:

  • Fluktuasi hormon: Kadar hormon estrogen dan progesteron yang berubah-ubah selama siklus menstruasi, kehamilan, menopause, dan pubertas dapat menyebabkan keputihan.
  • Infeksi: Infeksi jamur, bakteri, atau parasit pada vagina dapat menyebabkan keputihan dengan warna, bau, dan konsistensi yang berbeda.
  • Iritasi: Penggunaan produk kewanitaan seperti sabun, douche, atau tampon dapat mengiritasi vagina dan menyebabkan keputihan.
  • Penyakit menular seksual (PMS): Beberapa PMS, seperti gonore dan klamidia, dapat menyebabkan keputihan yang abnormal.
  • Kanker serviks: Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, keputihan yang berdarah atau berbau busuk dapat menjadi tanda kanker serviks.

Cara Mengatasi Keputihan

Pengobatan keputihan tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa cara mengatasi keputihan:

  • Menjaga kebersihan area kewanitaan: Gunakan sabun yang aman untuk area kewanitaan dan bersihkan area vagina dengan air hangat secara teratur.
  • Hindari produk yang mengiritasi: Hindari penggunaan produk kewanitaan yang mengandung pewangi atau bahan kimia keras.
  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman: Pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun yang sejuk dan menyerap keringat.
  • Berobat ke dokter: Jika keputihan disertai dengan gejala lain seperti gatal, bau tidak sedap, atau rasa sakit, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Pencegahan Keputihan

Berikut beberapa tips untuk mencegah keputihan:

  • Jaga kebersihan area kewanitaan: Cuci vagina dengan sabun yang aman dan air hangat secara teratur.
  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman: Pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun yang sejuk dan menyerap keringat.
  • Hindari seks berisiko: Gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.
  • Makan makanan yang sehat: Konsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Minum air putih yang cukup: Minum air putih yang cukup untuk menjaga tubuh terhidrasi dengan baik.

Berikut beberapa rekomendasi sabun untuk keputihan yang aman:

  • Lactacyd Feminine Hygiene: Sabun ini mengandung lactic acid yang membantu menjaga keseimbangan pH alami area kewanitaan. Lactacyd juga tersedia dalam berbagai varian yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan wanita, seperti Lactacyd Mild untuk kulit sensitif dan Lactacyd Odor Fresh untuk menghilangkan bau tidak sedap.
    Gambar Lactacyd Feminine Hygiene
  • Sebamed Feminine Intimate Wash: Sabun ini bebas sabun dan alkali, sehingga aman untuk digunakan pada area kewanitaan yang sensitif. Sebamed Feminine Intimate Wash juga mengandung lactic acid dan panthenol yang membantu menjaga kesehatan dan kelembutan area kewanitaan.
    Gambar Sebamed Feminine Intimate Wash
  • Antis Feminine Hygiene Wash: Sabun ini mengandung bahan alami seperti ekstrak daun sirih dan lidah buaya yang membantu mencegah keputihan dan gatal-gatal. Antis Feminine Hygiene Wash juga aman untuk digunakan pada ibu hamil dan menyusui.
    Gambar Antis Feminine Hygiene Wash
  • Lizt Feminine Wash: Sabun ini mengandung tea tree oil dan chamomile yang membantu melawan bakteri dan jamur penyebab keputihan. Lizt Feminine Wash juga memiliki aroma yang segar dan tahan lama.
    Gambar Lizt Feminine Hygiene Wash
  • Betadine Feminine Wash: Sabun ini mengandung povidone iodine yang membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab keputihan. Betadine Feminine Wash juga tersedia dalam varian non-soap yang aman untuk digunakan pada area kewanitaan yang sensitif.
    Gambar Betadine Feminine Wash

Tips Memilih Sabun untuk Keputihan:

  • Pilihlah sabun yang bebas sabun dan alkali
  • Pilihlah sabun yang mengandung bahan alami seperti lactic acid, tea tree oil, atau chamomile
  • Pilihlah sabun yang memiliki pH seimbang (pH 3.5 – 4.5)
  • Hindari sabun yang mengandung pewangi dan bahan kimia keras.
  • Lakukan tes alergi terlebih dahulu sebelum menggunakan sabun baru.

Ingatlah bahwa keputihan tidak selalu menjadi tanda masalah kesehatan. Jika anda merasa khawatir dengan keputihan yang anda alami, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.