Keracunan MBG di Surabaya, Dispendik Pastikan SOP Penanganan Cepat Berjalan

oleh -98 Dilihat
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Febrina Kusumawati. (Sugiantoro).
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Febrina Kusumawati. (Sugiantoro).

KabarBaik.co, Surabaya – Sejumlah siswa di dua sekolah di Surabaya dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, langsung turun ke lokasi untuk memastikan penanganan para siswa dan mengecek penerapan standar operasional prosedur (SOP).

“Begitu kita dapat kabar ada siswa yang keracunan, yang pertama saya cek itu SOP-nya dijalankan atau tidak. Ternyata semua sudah dijalankan dengan benar oleh pihak sekolah,” ujar Febrina saat dikonfirmasi di lapangan, Senin (11/5).

Febrina menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya telah melakukan uji coba atau trial awal dengan mencicipi menu tersebut sebelum dibagikan kepada para siswa. Namun, gejala pusing dan mual baru muncul secara bertahap pada beberapa anak sekitar 30 menit hingga satu jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Hingga sore hari, Febrina mengaku sempat memeriksa langsung sisa menu makanan yang ada di lokasi dan tidak menemukan keanehan pada aroma maupun bentuk fisik makanan. Guna memastikan penyebab pasti insiden ini, Dispendik menyerahkan pengujian sampel makanan kepada pihak medis.

“Secara kasat mata tidak ada masalah di tahapan itu. Mengenai apa kandungannya atau penyebab rasanya seperti itu, teman-masing tim dari Dinas Kesehatan yang bisa membantu mengecek semuanya,” lanjutnya.

Pihak Dispendik memastikan tidak ada siswa yang sampai menjalani rawat inap (opname) di rumah sakit. Sekolah bergerak cepat memberikan obat-obatan kepada siswa yang mengeluh pusing, hingga kondisi mereka membaik dan diizinkan pulang ke rumah masing-masing.

“Tidak ada yang opname atau sampai ke rumah sakit. Kecepatan sekolah dalam melakukan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat sudah sangat baik,” tegas Febrina.

Menyusul insiden ini, Dispendik Surabaya langsung menghentikan sementara distribusi menu makanan sejenis ke sekolah-sekolah lain yang belum sempat membagikannya kepada siswa guna mencegah adanya korban tambahan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.