Keracunan MBG di Surabaya Meluas, Ratusan Siswa Jadi Korban

oleh -122 Dilihat
Kondisi RS IBI Dupak Surabaya. (Sugiantoro)
Kondisi RS IBI Dupak Surabaya. (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya — Hampir 200 siswa dari 12 sekolah di Surabaya diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5).

Para korban berasal dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang menerima distribusi makanan dari satu dapur umum (SPPG) yang sama.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg. Tyas Pranadani, mengonfirmasi bahwa data jumlah korban tersebut masih bersifat sementara. Pihaknya kini terus melakukan pendataan dan penghitungan ulang di lapangan.

Siswa dan Guru yang terdampak dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Berikut adalah detail penanganan dan situasi terkini di lapangan, Gejala Utama: Korban mayoritas mengeluhkan mual, muntah, dan pusing usai makan.

Rujukan Rumah Sakit: Sekitar 100 anak dilarikan ke Rumah Sakit IBI untuk penanganan medis.

Penanganan Mandiri: Sebagian siswa dengan gejala ringan ditangani langsung di sekolah dan puskesmas.

Kondisi Pasien: Seluruh korban dipastikan hanya mengalami gejala ringan dan tidak ada yang rawat inap.

Pemulihan Cepat: Banyak siswa terdampak yang sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing.

Pihak puskesmas bersama Dinas Kesehatan Surabaya telah mengambil sampel makanan dari lokasi kejadian. Sampel tersebut kini sedang diuji laboratorium di BBLK untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Dugaan awal muncul karena adanya menu daging yang tidak biasa disajikan sebelumnya, namun petugas masih menunggu hasil investigasi resmi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.