KabarBaik.co – Produk keripik singkong asal Bojonegoro kembali menembus pasar internasional. Bahkan nilai ekspor produk asli Bojonegoro ini tembus hingga USD 17.500. Pelepasan ekspor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.
Pelepasan dilakukan dalam bentuk seremoni di kantor PT Pareto Estu Guna, Jalan Raya Bojonegoro-Babat, tepatnya di Desa Kabunan, Kecamatan Balen. Kegiatan ini dihadiri Asisten Direktur Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Jhordy Kashoogie, serta jajaran direksi PT Pareto Estu Guna, dan sejumlah pihak terkait.
Jhordy Kashoogie menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan ekspor produk lokal tersebut. “Ini merupakan prestasi luar biasa. Satu kontainer penuh Keripik Singkong Matoh dikirim ke Arab Saudi. Kami bangga atas pencapaian ini,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengapresiasi tinggi langkah ekspor tersebut. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata prestasi perusahaan, tetapi juga kontribusi besar para petani singkong lokal. “Ekspor ke Arab Saudi ini bukan hanya prestasi perusahaan, tetapi juga para petani singkong Bojonegoro,” tuturnya.
Bupati Wahono menjelaskan, potensi singkong di Bojonegoro sangat besar, terutama di kawasan hutan. Dia meminta perusahaan terus memberikan pendampingan kepada petani agar dapat menghasilkan singkong berkualitas premium sebagai bahan baku keripik Matoh.
Ia juga menegaskan bahwa sejak medio Februari 2025, Pemkab Bojonegoro telah menggulirkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas produk dan komoditas daerah. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung setiap perusahaan yang menyerap dan memasarkan produk asal Bojonegoro.
Nilai ekspor satu kontainer keripik singkong Matoh tersebut mencapai sekitar USD 17.500. PT Pareto Estu Guna sendiri merupakan perusahaan binaan BI selama ini memperoleh pendampingan intensif melalui Akademi Muda Ekspor. (*)





