KabarBaik.co, Bojonegoro – Kabar baik datang bagi para penarik becak di Kota Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyalurkan 200 unit becak listrik kepada para tukang becak sebagai upaya membantu meringankan beban kerja mereka.
Bantuan tersebut merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Penyerahan dilakukan di Pendopo Malowopati, kompleks Pemkab Bojonegoro.
Sebanyak 200 becak listrik produksi PT Pindad tersebut diberikan kepada para penarik becak. Terutama mereka yang sudah lanjut usia, agar tetap dapat bekerja tanpa harus mengayuh becak secara manual.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan yang dinilai sangat membantu masyarakat kecil, khususnya para penarik becak. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang hari ini memberikan bantuan luar biasa bagi para penarik becak di Bojonegoro,” ujarnya.
Menurut Wahono, kehadiran becak listrik diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para tukang becak sekaligus membantu perekonomian keluarga mereka. Ia juga mengingatkan para penerima manfaat agar merawat becak listrik tersebut dengan baik.
Para penerima tidak diperbolehkan menjual, memindahtangankan, maupun memodifikasi kendaraan bantuan tersebut. “Gunakan dengan tertib di jalan serta tetap memperhatikan keselamatan saat membawa penumpang,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuryana, menjelaskan bahwa program becak listrik ini merupakan bentuk kepedulian Presiden terhadap para pekerja sektor informal yang masih menggantungkan hidup dari menarik becak, termasuk mereka yang sudah berusia lanjut.
“Becak ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga upaya untuk memudahkan para tukang becak yang sebelumnya harus mengayuh dengan tenaga sendiri. Melihat banyak penarik becak yang sudah lanjut usia, Presiden tergerak untuk membantu meringankan usaha mereka dalam mencari nafkah,” jelasnya.
Ia menambahkan, sepanjang 2025 sebanyak 10.000 unit becak listrik telah disalurkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada 2026, ditargetkan ada sekitar 7.000 unit tambahan yang kembali dibagikan ke berbagai wilayah.
Program ini, kata Nuryana, merupakan bantuan pribadi Presiden yang disalurkan melalui yayasan sehingga tidak menggunakan anggaran negara. Pihaknya juga berharap pemerintah daerah dapat mendukung dengan menyediakan titik-titik pengisian daya untuk becak listrik tersebut.
“Kami berharap bantuan ini dapat dirawat dengan baik agar awet dan benar-benar memberikan manfaat bagi para penerima,” tambahnya. (*)






