KabarBaik.co, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Workshop Penyakit Tidak Menular dan Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja di MPP Gajah Mada, Jumat (12/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Ke-108 Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan kesehatan reproduksi menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, edukasi kepada remaja perlu dilakukan sejak dini.
“Remaja harus sehat reproduksinya. Jika sehat, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu melahirkan generasi berikutnya yang sehat dan berkualitas,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Ita.
Berdasarkan data Pemkot Mojokerto, jumlah remaja di Kota Mojokerto mencapai sekitar 23.300 jiwa atau 17 persen dari total penduduk. Kondisi tersebut membuat pembinaan kesehatan remaja menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya pencegahan anemia, terutama bagi remaja putri. Menurutnya, anemia dapat berdampak pada konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kesehatan saat dewasa.
Seminar ini melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan PPKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, puskesmas, serta sejumlah sekolah di Kota Mojokerto. Peserta mendapatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, dan pencegahan berbagai risiko kesehatan.
Ning Ita berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak harus memahami cara menjaga kesehatan dirinya, termasuk kesehatan reproduksi. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.






