KabarBaik.co – Sejumlah warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan. Mereka kesal lantaran jalan poros desa rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah yang dinilai kurang memberi perhatian pada kondisi jalan lingkungan yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat sehari-hari.
Salah seorang warga, Aziz, mengatakan bahwa kerusakan terjadi pada jalan paving poros desa sepanjang belasan kilometer dan belum kunjung diperbaiki. Padahal jalan tersebut merupakan jalur vital bagi warga untuk beraktivitas, termasuk menuju lahan pertanian dan pusat ekonomi desa.
“Kalau musim hujan seperti sekarang, banyak genangan air di mana-mana. Apalagi malam hari sangat berbahaya karena lubang jalan tidak terlihat,” ujar Aziz, Jumat (16/1).
Menurutnya, penanaman pohon pisang dilakukan agar kondisi jalan yang rusak mendapat perhatian serius dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Terlebih, lokasi jalan tersebut hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bojonegoro.
“Harapan kami jalan ini segera dibangun agar warga bisa melintas dengan aman dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngumpakdalem, Ahmad Burhani, membenarkan aksi yang dilakukan warganya. Ia menyebutkan bahwa penanaman pohon pisang merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas kondisi jalan yang rusak.
Namun demikian, pihak pemerintah desa berjanji akan segera melakukan penanganan sementara dengan menimbun lubang-lubang jalan menggunakan material pedel agar aktivitas warga tidak terganggu. “Kami mengapresiasi segala bentuk masukan dan kritik dari warga. Hari ini rencananya jalan yang berlubang akan segera kami urug,” terang Burhani.
Burhani juga menjelaskan bahwa status jalan tersebut merupakan jalan desa. Kendati demikian, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama untuk melakukan pembangunan secara menyeluruh. “Desa Ngumpakdalem wilayahnya sangat luas. Anggaran desa kami sekitar Rp300 juta, tentu tidak akan mampu membangun jalan poros desa yang panjangnya belasan kilometer,” ungkapnya.
Ia berharap rencana pemekaran Desa Ngumpakdalem yang pernah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat segera direalisasikan. Pasalnya, Desa Ngumpakdalem merupakan salah satu desa terluas di Bojonegoro dengan luas wilayah mencapai 798,283 hektare, terdiri dari lima dusun dan dihuni sekitar 13.439 jiwa. (*)







