Ketua APPI Jatim Sebut Jeruk Siem Madu Layak Jadi Salah Satu Ikon Jember

oleh -2624 Dilihat
Ketua APPI Jawa Timur, Jumantoro saat mengenalkan Jeruk Siem Madu. (Dwi Kuntarto Aji).

KabarBaik.co – Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur terus mendorong pengenalan hasil pertanian. Salah satunya adalah buah jeruk bernama Siem Madu asal Kabupaten Jember.

Jeruk Siem Madu ini diklaim memiliki ciri khas yang berbeda dengan buah jeruk pada umumnya, mulai dari bentuk, ketebalan serta rasa.

Ketua APPI Jawa Timur, Jumantoro mengatakan, pihaknya akan terus melakukan promosi agar jeruk Siem madu Jember ini bisa dikenal oleh masyarakat Jember mapun luar Jember.

“Jadi jeruk ini bibitnya asalnya dari Malang, dan kami kembangkan lagi, jadilah Siem Madu. Ini tergolong baru di Jember, kami di sini juga masih mencoba, jadi harus digenjot terus promosinya,” ujar Jumantoro, Rabu (7/8).

Jumantoro menyebut, jeruk Siem Madu ini memiliki keunggulan terutama soal rasa, di mana rasa manisnya lebih kuat.

“Jadi meski tidak terlalu tua itu sudah manis dan jarang sekali yang asam, maka disebut madu,” ucapnya.

Selain rasa, Jumantoro juga menyebut jeruk Siem Madu ini memiliki isi lebih tebal dan biji yang tidak terlalu besar.

“Ukurannya pun relatif besar dibanding jeruk lokal yang lain,” tambahnya.

Dari beberapa keunggulan itu, Jumantoro ingin jeruk Siem Madu ini bisa menjadi salah satu ikon Kabupaten Jember.

“Saya dan semua petani di Jember memang sedang berjuang agar keinginan itu bisa terwujud. Contohnya, kalau kita ke Malang pasti identik dengan Apel, kami juga ingin ada kalimat dari masyarakat luar Jember, kalau ke Jember pasti Siem Madu,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.