Ketua Jagal Jombang Minta Penertiban Daging Luar Daerah: Ini Sudah Melampaui Batas

oleh -112 Dilihat
Ketua jagal Jombang Yono (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co Jombang – Polemik peredaran daging sapi dari luar daerah di Pasar Legi Jombang kian membuat resah pedagang. Ketua Jagal Jombang, Yono, angkat bicara menanggapi keluhan para pedagang terkait maraknya daging yang didatangkan dari luar Rumah Potong Hewan (RPH) Jombang.

Yono menilai masuknya daging dari luar kota tersebut sangat merugikan jagal dan pedagang lokal. Terlebih, daging itu dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga dari RPH Jombang.

“Yang jelas ini merugikan kami. Saya jual ke pengecer Rp 100 ribu per kilogram, sementara daging dari luar dijual Rp 92 ribu sampai Rp 95 ribu. Ini sudah menurunkan harga secara drastis,” kata Yono saat ditemui di Dinas Peternakan Jombang.

Menurut Yono, peredaran daging dari luar daerah itu semakin masif. Jika sebelumnya hanya dibawa menggunakan sepeda motor, kini pengiriman disebut mencapai tiga pikap dalam sekali masuk ke Jombang.

“Awalnya cuma satu motor, sekarang sudah tiga pikap. Ini sudah melampaui batas,” ujarnya.

Yono menyebut daging tersebut bukan berasal dari RPH Jombang sehingga tidak memberikan kontribusi bagi daerah. Ia mengaku selama hampir 4-5 tahun terakhir menjadi salah satu pelaku usaha yang rutin memberikan kontribusi terbesar ke pemerintah daerah melalui RPH Jombang.

“Saya tiap bulan kontribusi sekitar Rp 10 juta ke pemerintah daerah. Kalau daging dari luar masuk dan tidak ada kontribusi ke Jombang, ini jelas merugikan kami,” tegasnya.

Ia pun meminta Dinas Peternakan segera turun tangan untuk menertibkan peredaran daging dari luar daerah yang dinilai ilegal tersebut.

“Tadi dari dinas akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi di Pasar Legi. Harapan saya pedagang seperti itu harus ditertibkan. Karena bukan dari wilayah Jombang,” ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Legi Jombang mengeluhkan maraknya peredaran daging sapi dari luar RPH wilayah Jombang. Ulfa, 51 dan Ira, 43, pedagang daging di pasar tersebut, menyebut daging itu berasal dari Krian dan sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir.

Mereka menilai kondisi tersebut memicu persaingan harga yang tidak seimbang dan berdampak pada penurunan omzet pedagang lokal. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.