Khofifah Dorong Perguruan Tinggi Negeri Jadi Garda Inovasi di Era Disrupsi Teknologi

oleh -257 Dilihat
PTN BH harus berada di garis depan, melahirkan inovasi yang memberikan solusi konkret bagi masyarakat.

KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peran Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) sebagai motor penggerak inovasi untuk menghadapi tantangan disrupsi teknologi. Hal tersebut disampaikan saat Gala Dinner bersama Majelis Senat Akademik PTN BH se-Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (19/6) malam.

“Disrupsi teknologi telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan. Banyak pekerjaan kini digantikan oleh mesin dan kecerdasan buatan,” ujar Khofifah. Ia menekankan bahwa PTN BH harus berada di garis depan, melahirkan inovasi yang memberikan solusi konkret bagi masyarakat.

Khofifah mencontohkan sebuah peternakan ayam petelur di Blitar yang mampu mengelola 24 ribu ekor ayam hanya dengan tiga orang pekerja berkat teknologi digitalisasi dan otomasi. “Ini bukti bahwa teknologi bisa menggantikan manusia. Kita harus menciptakan inovasi yang tidak hanya canggih tetapi juga memberdayakan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Khofifah mengajak PTN BH untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kompetensi lulusan, dan memperkuat daya saing bangsa di era digital. “Kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan, tetapi juga pusat lahirnya perubahan,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya konsep “Kampus Berdampak” yang memprioritaskan hasil nyata dalam pembangunan ekonomi, kedaulatan pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Prinsip ini, menurutnya, sejalan dengan visi “Birokrasi Berdampak” yang diterapkan Pemprov Jatim di berbagai sektor.

Khofifah juga menyebut beberapa program unggulan Pemprov Jatim, seperti SMA Double Track dan koneksi langsung lulusan SMK ke dunia kerja, sebagai langkah konkret untuk memberdayakan lulusan. “Hari ini kita ditantang melahirkan inovasi, kreativitas, dan hasil nyata yang menjawab kompleksitas tantangan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Martadi, melaporkan bahwa pertemuan ini diikuti oleh 170 delegasi dari 24 PTN BH di seluruh Indonesia. Dengan tema “Mengkaji Ulang SPMB untuk Sinkronisasi dengan Sistem Pendidikan Dasar dan Menengah”, forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi dunia pendidikan tinggi.
Wakil Ketua Majelis Senat Akademik PTN BH dari Universitas Andalas, Prof.

Syafrizal, menambahkan bahwa forum ini menjadi ajang diskusi penting untuk membahas isu-isu strategis di lingkungan kampus. “Kegiatan ini kami gilir dan dilakukan empat kali setahun untuk memberikan masukan bagi pengembangan PTN BH,” jelasnya.

Forum ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, menciptakan inovasi berkelanjutan, serta memperkuat peran PTN BH sebagai lokomotif pembangunan di tengah tantangan era disrupsi teknologi.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.