Kisah Haru Alfita, Remaja Jombang yang Rawat Nenek Lumpuh Sejak SD

oleh -158 Dilihat
85d56cd1 e48a 4f1c 8618 81631d0fddd9 scaled
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang Donny Anggun bersama Erwin, Kades Kepatihan saat mengunjungi rumah Alfita. (Foto: Teguh)

KabarBaik.co – Kisah haru datang dari seorang remaja putri di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Alfita Surya Dewi, 15 tahun, siswi kelas 9 SMP Negeri 1 Jombang, rela mengorbankan masa kecilnya untuk merawat sang nenek, Saripah 80 tahun, yang lumpuh akibat osteoporosis.

Berbeda dengan remaja seusianya, Alfita menghabiskan hari-harinya bukan hanya untuk belajar. Tetapi juga mengurus keperluan sehari-hari neneknya yang sudah tidak bisa berjalan tanpa bantuan.

Keduanya tinggal di gang sempit di Desa Kepatihan, Gang Baru, RT 1 RW 9, Kecamatan Jombang, yang bahkan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Sejak kelas 5 SD, saya tinggal sama nenek. Ibu saya meninggal saat melahirkan saya dan saudara kembar saya,” ujar Alfita saat ditemui di rumahnya, Minggu (1/6) sore.

Menurut keterangan warga sekitar, Alfita dikenal sebagai anak yang berbakti dan tidak pernah mengeluh. Meski hidup dengan berbagai keterbatasan, ia tetap semangat belajar dan bercita-cita melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 2 Jombang.

Kisah mengharukan ini akhirnya mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Jombang Donny Anggun. Bersama Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi, Donny mendatangi rumah Alfita untuk memastikan keduanya mendapatkan hak dasar berupa layanan kesehatan dan pendidikan.

“Kami datang untuk memastikan bahwa Alfita dan neneknya tidak luput dari perhatian. Nenek Saripah butuh akses layanan kesehatan, sementara Alfita berhak melanjutkan pendidikannya,” kata Donny kepada wartawan.

Dalam kunjungan tersebut, diketahui bahwa Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik nenek Saripah bukan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Artinya, selama ini nenek Saripah masih membayar iuran secara mandiri.

DPRD Jombang bersama pihak desa langsung berkoordinasi agar status jaminan kesehatan Saripah dialihkan menjadi PBI.

Sementara itu, Alfita disebut sudah menerima beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) serta bantuan pendidikan lainnya.

Kepala Desa Erwin Pribadi mengaku selama ini turut membantu kebutuhan Alfita dan neneknya, bahkan dari dana pribadi.

“Kami terus pantau kondisi mereka. Saya pribadi sering bantu sembako dan kebutuhan sekolah Alfita. Kami juga minta para tetangga untuk ikut peduli,” jelas Erwin.

Pantauan di rumah yang ditinggali Alfita tampak bersih meskipun sederhana. Tidak ada kursi atau meja di ruang tamu, hanya sebuah tikar dan kursi roda sang nenek yang diletakkan di dekat pintu.

Saat menerima kunjungan dari DPRD dan perangkat desa, Alfita menyambut mereka sendiri. Nenek Saripah tak bisa keluar kamar karena kondisi fisik yang makin lemah.

“Sakit kaki saya, biasanya masih bisa ke mana-mana pakai kursi roda,” kata nenek Saripah dengan suara lirih.

Kisah Alfita yang hidup berdua dengan neneknya sejak kecil kini menjadi perhatian banyak pihak. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Sang kakak ikut ayah yang sudah menikah lagi, sedangkan saudara kembarnya tinggal bersama kerabat ibu di Surabaya.

Diharapkan, bantuan dan perhatian dari berbagai pihak bisa menjadi penyemangat bagi Alfita untuk terus berprestasi dan meraih cita-citanya, meski harus melewati jalan hidup yang tidak mudah.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.