KabarBaik.co- Aksi menyuarakan Kongres Luar Biasa (KLB) di balik silang sengkarut kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, semakin meluas. Senin (22/7) siang, giliran puluhan pekerja media pers di Jatim berunjukrasa menuntut KLB. Aksi digelar di depan Gedung PWI Jatim, Jalan Taman Apsari, Surabaya.
Selain gantian berorasi, dalam aksinya para awak media di Jatim juga membeber sejumlah poster. Di antaranya berbunyi: Segera Gelar KLB Sekarang Juga! Dan tulisan-tulisan lainnya.
Setelah berorasi, peserta aksi ditemui sejumlah pengurus PWI Provinsi Jatim. Di antaranya, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim Joko Tetuko, dan beberapa pengurus lain.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pengunjukrasa pun meminta agar PWI Jatim tidak berdiam diri. ‘’Jatim yang dari dulu menjadi salah satu baromater mesti bersikap tegas supaya kemelut yang terjadi di kepengurusan PWI Pusat segera berakhir,’’ kata mereka.
Tuntutan tersebut beralasan. Sebab, pada Kongres PWI XXV di Bandung September 2023, pemegang mandat suara ribuan anggota PWI se-Jatim untuk memilih ketua umum berada di tangan ketua PWI Jatim. Karena itu, ketika terjadi gejolak seperti sekarang, ketua PWI Jatim tidak boleh tinggal diam.
“Kami di daerah, khususnya di wilayah Jatim merasa ikut malu sebagai anggota PWI, karena kemelut di kepengurusan PWI Pusat bisa membuat marwah organisasi profesi menjadi terpuruk di mata publik,” tambah peserta aksi lainnya.
Pengurus PWI Pusat, lanjutnya, mesti memberi teladan bagaimana berorganisasi yang berintegritas dan bermartabat. Nah, untuk mengakhiri polemik di kepengurusan PWI Pusat, maka KLB menjadi jalan tengah. “Segera laksanakan KLB,’’ tegasnya.
Menanggapi itu, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim berjanji akan menyampaikan tuntutan para peserta aksi tersebut ke PWI Pusat. ‘’Kami akan sampaikan aspirasi ini ke PWI Pusat,’’ ujar Cak Item, panggilan akrabnya.
Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim Joko Tetuko. Bahkan, pada kesempatan itu, Joko memberikan dukungan dan mendorong agar pengurus harian PWI Jatim meneruskan serta bertanggung jawab atas aspirasi anggotanya kepada PWI Pusat.
’’Kami akan mengusulkan ketua Dewan Penasehat PWI Pusat mendampingi Zulmansyah Sekedang yang telah ditunjuk menjalankan roda organisasi PWI Pusat sampai KLB tergelar,’’ kata Joko.
Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan para wartawan di wilayah Bandung Raya. Mereka juga menuntut diselenggarakannya KLB untuk mengakhiri konflik di tubuh pengurus PWI Pusat.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun ketika dikonfirmasi meminta agar membaca PD PRT dengan cermat. ”Kalau beropini tanpa tahu fakta, akan keliru,” ujarnya, Senin (22/7).
Untuk diketahui, mekanisme KLB ada di dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) PWI. Di pasal 28 disebutkan bahwa KLB diadakan jika diminta oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah provinsi dengan alasan ketua umum menjadi terdakwa kasus yang merendahkan harkat dan martabat profesi wartawan.
Berikutnya, KLB hanya memilih ketua umum baru dan melanjutkan periode kepengurusan. Lalu, KLB tidak berwenang mengubah PD-PRT, kode etik jurnalistik (KEJ), dan kode perilaku wartawan (KPW).
Pada Kongres XXV di Bandung September 2023, Kongres menetapkan Hendry Ch Bangun sebagai ketua umum PWI Pusat periode 2023-2028. Tahap penjaringan, muncul tiga kandidat. Yakni, calon petahana Atal S. Depari meraih 40 suara, Hendry 39 suara, dan Zulmansyah 9 suara.
Sesuai tata tertib pemilihan, hanya Atal dan Hendry yang berhak maju ke tahap berikutnya. Akhirnya di pemilihan putaran kedua, Hendry unggul dengan mendapatkan 47 suara dan Atal meraih 41 suara. (*)






