KabarBaik.co – Kolaborasi dalam mengejar target bebas tuberkulosis (TBC) gencar dilakukan di Kabupaten Gresik. Terbaru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) serta lembaga kesehatan lainnya melakukan sosialisasi pencegahan penyakit TBC saat Car Free Day (CFD), Minggu (9/11).
Sosialisasi ini digelar sesuai dengan radiogram Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang penanggulangan penyakit TBC. Selain itu juga untuk memenuhi target Kabupaten Gresik bebas penyakit TBC tahun 2028, atau lebih cepat dua tahun dari target nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr. Mukhibatul Khusnah mengatakan sosialisasi penyakit TBC kepada masyarakat sesuai dengan radiogram Kemenkes RI tentang penanggulangan penyakit TBC.
“Kenapa di CFD? Karena ini salah satu tempat yang bagus untuk kami melakukan sosialisasi pencegahan penyakit TBC ini. Banyak orang berkumpul disini, tapi sosialisasi kami tidak hanya di sini saja tentunya,” ujarnya.
Khusnah menjelaskan, Kabupaten Gresik menargetkan eliminasi bebas TBC tahun 2028, sedangkan eliminasi TBC nasional 2030. Artinya dua tahun lebih cepat, karena itu masif melakukan berbagai cara, seperti melakukan edukasi dan sosialisasi ke warga.
“Eliminasi TBC Gresik mentargetkan tahun 2028. Karena itu gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat tahu bahaya TBC. Langkah yang ditempuh untuk menurunkan TBC di Gresik bisa melalui sosialisasi seperti ini di CFD,” ujarnya.
Karena itu agar target tercapai, Dinkes Gresik melakukan kolaborasi dari semua instansi kesehatan, mulai IDI, IIDI dan lembaga kesehatan lainnya.
“Karena dalam penanggungan TB ini komplek, jadi harus kolaborasi, agar lebih cepat. Ada faktor gizi, masalah obatnya, bagaimana perawatannya dan bagaimana menjelaskan kepada pasien minum obat secara teratur agar cepat sembuh. Semua instansi atau lembaga kesehatan harus diikutkan,” ucap Khusnah.
Kemudian, langkah yang dilakukan berikutnya yakni dengan cara menemukan sebanyak-banyaknya penderita TB, lalu mengobati penderita sampai sembuh, mengurangi atau mencegah penularannya dan menscreening.
“Skrining bisa dilakukan di seluruh tempat di Gresik, seperti Puskesmas, desa, kecamatan dan lainnya seperti di CFD ini. Setelah di lakukan skrining, kemudian diedukasi agar yang positif TBC bisa berobat, dan didampingi keluarga, apabila penderita butuh pendampingan, tenaga kesehatan selalu siap,” terang Khusnah.
Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Gresik dr. Titin Ekowati menjelaskan dalam mengatasi permasalahan penyakit TBC, IDI dan IIDI ikut berperan aktif dalam percepatan eliminasi TBC di Gresik tahun 2028.
“Di sini, kami baik IDI maupun IIDI berperan aktif berpartisipasi dan sosialisasi tentang TBC. Misal memberikan penyuluhan ke masyarakat tentang bahaya penularannya. Seperti apa cara penanggulangan, dan makanan apa yang boleh dan yang diharuskan bagi penderita TBC,” ujar Dirut RSWH ini.
Titin melanjutkan, dengan masif melakukan sosialisasi tentang hidup sehat ke masyarakat, harapannya di tahun 2028 Gresik bebas TBC. Karena keluarga berperan penting juga dalam mencegah penularan dan penyembuhan TBC.
“Ya harapan kami semua, Kabupaten Gresik bisa bebas TBC tahun 2028. Kami akan aktif mengkampanyekan cara hidup sehat, pola makan sehat kepada masyarakat (keluarga),” ungkap dokter yang juga Ketua BHP2A IDI Gresik ini.(*)







