KabarBaik.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memberikan apresiasi atas sinergitas berbagai pihak dalam implementasi visi misi Batu SAE di bidang kesehatan. Apresiasi tersebut diberikan kepada unsur Forkopimda, rumah sakit, serta organisasi kemasyarakatan yang dinilai aktif mendukung pembangunan kesehatan di Kota Batu.
Kepala Dinkes Kota Batu, Aditya Prasaja, menyampaikan bahwa selain apresiasi sinergi, pihaknya juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan bantuan penunjang pelayanan kesehatan. “Kami memberikan penghargaan Sadar Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada tujuh tatanan. Selain itu, kami juga menyerahkan SLHSS SPPG perdana sebagai bentuk pecah telur untuk SPPG Dadaprejo,” kata Aditya.
Tak hanya itu, Dinkes Kota Batu juga menyerahkan alat antropometri kepada 193 posyandu se-Kota Batu guna mendukung pelayanan kesehatan dasar yang lebih optimal, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang balita.
Aditya juga menyoroti capaian penanganan tuberkulosis (TBC) di Kota Batu. Ia mengungkapkan bahwa capaian penemuan dan pengobatan TBC di Kota Batu setiap tahunnya telah mencapai 100 persen.
“Capaian ini harus terus diiringi kewaspadaan dan pelacakan lanjutan. TBC tidak selalu tampak, namun potensi penularannya cukup besar,” ujarnya di Graha Pancasila Balaikota Among Tani, Kota Batu, , Rabu (17/12).
Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan terhadap kontak erat penderita TBC. Di Kota Batu, terdapat sekitar 3.000 orang yang wajib menjalani pemeriksaan, atau sekitar 17 persen dari populasi kontak erat sebagai angka minimum.
Aditya juga menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Pasalnya, penghentian pengobatan di tengah jalan dapat menyebabkan TBC resisten obat (RO). “Jika pengobatan enam bulan baru dijalani tiga bulan lalu berhenti, obat yang sama bisa tidak lagi mempan. Ini menyebabkan TBC resisten obat dan pengobatannya menjadi lebih lama serta kompleks,” jelasnya.
Menurutnya, masih terdapat stigma di masyarakat terkait TBC, meskipun metode skrining seperti tes tuberkulin, pemeriksaan dahak, dan rontgen sudah tersedia. “Padahal semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati sampai sembuh. Jika menghindar, justru potensi penularannya semakin besar,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya pada momentum puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN). “Mari terus bersama-sama bersinergi, berkolaborasi, dan berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Nurochman juga menyampaikan bahwa Pemkot Batu menyerahkan peralatan standar bagi para kader posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Terkait penanganan TBC, ia menegaskan bahwa hal tersebut menjadi komitmen serius pemerintah daerah.
“Tim relawan sudah terbentuk. Mari terus kita perkuat sinergi bersama. TBC masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, sehingga pengobatan masih cukup sulit dilakukan,” tandasnya. (*)






