Pemkot Batu Mulai Realisasikan Program Satu Desa Satu Dokter di 2026

oleh -215 Dilihat
IMG 20260129 WA0009 1
Kepala Dinkes Kota Batu, Aditya Prasaja, saat mengunjungi sejumlah dokter dalam pengecekan kesehatan. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu di bawah kepemimpinan Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto mulai merealisasikan program Satu Desa Satu Dokter pada tahun ini. Program tersebut menjadi bentuk komitmen nyata dalam pemerataan akses layanan kesehatan masyarakat hingga tingkat desa.

Program ini diaktivasi sebagai langkah strategis untuk memangkas jarak layanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan keluhan warga. Dalam konsep ini, dokter tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan utama, tetapi menerapkan sistem jemput bola dengan hadir langsung di desa-desa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Aditya Prasaja, membenarkan implementasi program tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa konsep satu desa satu dokter tidak dimaknai sebagai satu dokter siaga penuh 24 jam di satu lokasi. “Tenaga dokter kami terbatas, jadi kami terapkan sistem jadwal. Dokter bertugas secara bergilir di Polindes atau Pustu. Dengan begitu, pelayanan tetap berjalan efektif dan sesuai kebutuhan wilayah,” terang Aditya di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, pengaturan jadwal layanan disusun secara terstruktur dan berbasis kebutuhan masing-masing desa. Setiap wilayah memiliki karakteristik serta intensitas kebutuhan kesehatan yang berbeda, sehingga pola pelayanan disesuaikan dengan kondisi setempat. Dengan sistem tersebut, dokter dapat lebih fokus menangani kasus yang membutuhkan perhatian medis secara optimal, tanpa mengabaikan prinsip pemerataan pelayanan di seluruh wilayah Kota Batu.

Aditya menambahkan, hingga saat ini hampir seluruh desa dan kelurahan di Kota Batu telah tersentuh layanan dokter desa. Meski demikian, masih terdapat beberapa wilayah yang terkendala fasilitas fisik. Sebagai contoh, Kelurahan Ngaglik hingga kini belum memiliki unit Polindes mandiri. Sementara di Desa Torongrejo, layanan dokter desa sempat terhenti karena bangunan Polindes menjalani renovasi total.

“Kemungkinan besar bulan ini sudah mulai berjalan lagi. Untuk wilayah lain seperti Kelurahan Songgokerto, mereka menyiapkan ruangan khusus agar layanan tetap berjalan,” tegasnya.

Tak hanya dokter umum, Pemkot Batu juga mulai memperluas cakupan layanan dengan menyiagakan dokter gigi di sejumlah desa. Layanan tersebut telah berjalan di Desa Sumberbrantas, Sumberejo, Gunungsari, dan Bumiaji. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang lebih lengkap dan terjangkau.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa program Satu Desa Satu Dokter merupakan strategi jangka panjang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari pusat kota. “Di level Polindes, satu layanan bisa dimanfaatkan oleh tiga dusun sekaligus. Ini bagian dari semangat Pemkot Batu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan merata,” ujar Nurochman.

Meski demikian, ia mengakui program ini masih membutuhkan evaluasi dan penguatan, terutama terkait keterbatasan jumlah tenaga kesehatan yang membuat beberapa wilayah pelosok belum terlayani secara maksimal. “Ke depan, Pemkot Batu berkomitmen menambah jumlah tenaga kesehatan sekaligus memperbaiki fasilitas pendukung di tingkat desa,” tegasnya.

Dia memastikan pemerataan layanan kesehatan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen berkelanjutan Pemkot Batu agar seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau. “Kami berkomitmen menambah nakes secara bertahap agar pelayanan kesehatan benar-benar merata di seluruh penjuru Kota Batu,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.