KabarBaik.co, Bojonegoro – Aksi penipuan yang menyasar warga lanjut usia (lansia) beberapa waktu lalu dengan modus memberikan bantuan sosial dan memberangkatkan haji berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Bojonegoro.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan lima tersangka yang terdiri dari pria dan wanita. Sejumlah barang bukti turut disita, seperti kwitansi pembelian emas, pakaian yang digunakan saat beraksi, telepon genggam, serta dua unit sepeda motor Honda Beat dan Yamaha NMax.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi mengatakan, para pelaku sengaja mengincar korban lansia karena dianggap lebih mudah diperdaya. “Pelaku memanfaatkan kondisi korban yang mudah percaya dengan iming-iming bantuan uang maupun program haji,” ujar Afrian, Sabtu (23/5).
Aksi pertama dilakukan di wilayah Kecamatan Sukosewu. Pelaku mendatangi rumah korban dengan dalih memberikan bantuan tunai sebesar Rp 10 juta sekaligus menawarkan program pemberangkatan haji. Namun, untuk proses pencairan bantuan tersebut, korban diminta menyerahkan perhiasan emas sebagai jaminan sementara.
Korban yang percaya dengan penjelasan pelaku akhirnya menyerahkan emas miliknya. Setelah berhasil membawa perhiasan korban, pelaku langsung kabur dan tidak pernah kembali. “Korban percaya karena pelaku meyakinkan bahwa bantuan segera cair. Namun setelah emas diberikan, pelaku langsung pergi dan tidak kembali lagi,” terang Kapolres.
Tak berhenti di situ, komplotan tersebut juga menjalankan modus serupa di Kecamatan Balen. Kali ini para pelaku menyamar sebagai petugas kesehatan yang datang melakukan pemeriksaan kepada korban.
Setelah berbincang dengan korban, pelaku menawarkan bantuan sosial senilai Rp 5 juta dengan alasan pendataan administrasi. Korban kemudian diminta menyerahkan kalung emas sebagai syarat proses bantuan. Tanpa rasa curiga, korban mengikuti permintaan tersebut hingga akhirnya menyadari telah menjadi korban penipuan setelah perhiasannya dibawa kabur oleh pelaku.
Berbekal laporan masyarakat, Satreskrim Polres Bojonegoro melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil melacak dan menangkap para tersangka.
Polisi pun mengimbau masyarakat, khususnya lansia dan keluarga, agar lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang datang menawarkan bantuan sosial, layanan kesehatan, maupun program tertentu dengan meminta imbalan berupa barang berharga. (*)






