KabarBaik.co – Insiden horor mewarnai pertandingan Liga 4 antara Perseta 1970 vs Putra Jaya Pasuruan. Pemain Putra Jaya, M Hilmi Kanthi, menendang dada pemain Perseta 1970, Firman Nugraha. Tendangan Kung Fu tersebut membuat Firman langsung terkapar.
Bagaimana kondisi Firman usai ditengang Hilmi?
Dalam video yang beredar, petugas medis lansung masuk ke lapangan dan memeriksa Firman. Pada akhirnya, Firman harus ditandu keluar lapangan.
Firman memang tidak dibawa ke rumah sakit dan hanya menjalani perawatan di ambulans. Kondisinya dilaporkan baik meski dadanya masih terasa nyeri.
Dalam satu video yang beredar, Firman sempat diwawancarai untuk menanyakan kondisinya usai kena tendangan kung fu.
“Sampai sekarang dada saya masih sakit, nyeri,” ujar Firman dalam video.
Firman mengatakan bahwa pemain yang bersangkutan (Hilmi) telah meminta maaf secara langsung meski Firman merasa bahwa permintaan maaf tersebut belum ada etikanya (tidak dilakukan dengan baik).
“Sudah (minta maaf) tapi agak tidak ada etikanya,” kata Firman.
Firman kemudian menyingkap kausnya menunjukkan dadanya yang kena tendangan kung fu. Dada Firman terlihat ada garis-garis bekas luka berwarna coklat.
Komdis PSSI Jatim telah menerima laporan tersebut dan melakukan investigasi. Sanksi juga akan dikenakan kepada pemain bersangkutan.
“Iya, benar. Kami sudah menerima laporan mengenai peristiwa kekerasan dalam pertandingan antara Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung. Saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam agenda sidang Komdis,” ujar Ketua Komdis PSSI Jatim Makin Rahmat, Selasa (5/1).
Makin menegaskan bahwa PSSI Jatim tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di atas lapangan hijau, terutama di kompetisi resmi seperti Liga 4. la memastikan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah sesuai dengan Kode Disiplin PSSI.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sepak bola seharusnya menjadi ajang prestasi, bukan arena kekerasan. Kami akan menindak tegas siapapun yang terlibat, baik pemain maupun pihak lain, sesuai dengan bukti-bukti yang kami kumpulkan dari rekaman video dan laporan wasit,” tegasnya.
Hingga saat ini, Komdis PSSI Jatim masih melakukan pendalaman untuk menentukan jenis pelanggaran dan beratnya sanksi yang akan diberikan. Keputusan resmi terkait hukuman bagi para pelaku dijadwalkan akan keluar dalam waktu dekat setelah proses sidang disiplin selesai dilakukan. (*)






