KabarBaik.co – Pihak keluarga korban penganiayaan oleh ayah tiri di Mojokerto mengaku mendapat ancaman dari pelaku. Ancaman tersebut berupa pernyataan bahwa pelaku akan mencari dan membunuh korban setelah keluar dari penjara.
“Diancam, akan dicari setelah pelaku itu keluar dari penjara, akan dibunuh, karena telah memenjarakannya,” ungkap salah satu keluarga korban, pada Senin (17/3).
Ancaman ini memicu reaksi dari Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi, yang langsung mengunjungi korban untuk memberikan dukungan. Sumardi berjanji akan mengawal proses hukum kasus ini dan memastikan keamanan korban.
“Tadi pihak keluarga bilang katanya ada ancaman ya, apapun itu kita tidak bisa membiarkan, kita harus kawal proses hukumnya,” tegas Sumardi.
Pilu Bocah SD di Mojokerto Dianiaya Ayah Tiri Hingga Luka Parah
Sumardi juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi korban, seorang siswa SD, yang telah lama mengalami penganiayaan. Ia menekankan bahwa dampak dari penganiayaan ini tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis.
“Saya melihat keprihatinan ya terhadap tindakan yang dilakukan oleh bapak tiri, ternyata ini dilakukan sudah cukup lama,” ujarnya.
Selain mengawal proses hukum, Sumardi juga memberikan pendampingan trauma healing kepada korban dan keluarganya. Ia juga memberikan bingkisan dan mainan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis korban.
“Tadi bawa bingkisan kesukaan korban, makanan kecil sama mainan, paling tidak itu bisa meminimalisir traumatik, membuat korban senang happy lah,” kata Sumardi.
Saat ini, kondisi psikologis korban berangsur membaik, meskipun beberapa luka fisik masih dalam proses penyembuhan. Sumardi berharap korban dapat pulih sepenuhnya dan tidak mengalami trauma berkepanjangan.
“Sikologisnya tadi alhamdulillah sudah bisa diajak ngobrol, bercanda, saya berharap ini semakin baik, jangan sampai berdampak pada perkembangan psikologisnya sampai dia trauma, jangan sampai ada tekanan batin,” pungkasnya. (*)