KabarBaik.co, Malang – Kota Malang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia. Maraknya penyelenggaraan berbagai event olahraga, mulai dari futsal, basket, padel hingga sepeda, dinilai mampu mendatangkan atlet dan peserta dari berbagai daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Satyawan, mengatakan geliat olahraga di Kota Malang semakin terlihat dengan banyaknya event yang digelar sepanjang tahun.
Menurutnya, dalam waktu dekat Kota Malang kembali menjadi tuan rumah sejumlah kompetisi olahraga berskala nasional. Salah satunya pertandingan DBL yang rencananya digelar di GOR Ken Arok pada pertengahan September mendatang.
“Kota Malang sekarang ini menjadi salah satu barometer sport tourism yang ada di Indonesia,” ujar Arif, saat di GOR Ken Arok, Kota Malang, Sabtu (8/7).
Ia menyebut potensi sport tourism Kota Malang tidak hanya bertumpu pada fasilitas olahraga di GOR Ken Arok. Sejumlah venue lain juga mulai rutin digunakan untuk menggelar kegiatan olahraga, seperti padel dan sepeda lipat.
Bahkan, dalam waktu dekat terdapat event padel yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, di kawasan Jalan Tidar, Kota Malang. Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 400 atlet nasional.
Arif menegaskan Pemkot Malang memberikan dukungan terhadap event yang diselenggarakan pihak swasta, terutama dari sisi perizinan dan koordinasi agar pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan lancar.
“Event-nya dari pihak swasta. Kita mendukung semua perizinan apa yang menjadi persyaratan, kita dukung hingga pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar. Keamanan atlet juga harus nyaman,” ujarnya.
Menurut Arif, dukungan terhadap penyelenggaraan event olahraga juga diperkuat oleh sektor perhotelan. Bahkan, pihak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) disebut memberikan diskon khusus bagi para atlet yang mengikuti sejumlah kompetisi di Kota Malang.
Tak hanya menghadirkan peserta, event olahraga juga dinilai memberikan dampak ekonomi berantai bagi masyarakat. Atlet dan peserta yang datang dari luar daerah membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi hingga berbagai kebutuhan lainnya selama berada di Kota Malang.
Arif mencontohkan penyelenggaraan Jamselinas yang sebelumnya digelar di Kota Malang. Berdasarkan perhitungan bersama PHRI dan pelaku UMKM, kegiatan tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar.
Sementara untuk event sepeda yang akan digelar dalam waktu dekat dengan sekitar 500 peserta, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.
“Kalau dilihat nanti ada 500 peserta, sekitar Rp500 juta sampai Rp1 miliar perputaran uang yang ada di Kota Malang. Itu dari satu event,” jelasnya.
Ia mengatakan dampak tersebut belum termasuk aktivitas ekonomi dari event-event lain yang berlangsung secara berkelanjutan. Ketika sektor olahraga bergerak, sektor hotel, UMKM, kuliner, kafe, transportasi dan berbagai usaha masyarakat turut mendapatkan manfaat.
Arif menilai kondisi geografis dan suasana Kota Malang juga menjadi nilai tambah. Udara yang relatif sejuk, fasilitas hotel, keberagaman kuliner serta keramahan masyarakat menjadi daya tarik bagi peserta dari luar daerah untuk mengikuti event sekaligus berwisata.
“Orang luar ingin rekreasi sekaligus mengikuti event di Kota Malang. Dengan banyaknya event saat ini, bukan hanya bertaraf lokal, regional atau provinsi, tetapi juga nasional,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkot Malang bahkan tengah membuka peluang untuk menghadirkan event padel bertaraf internasional. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jenis olahraga yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
“Kita ingin memperkenalkan bahwa Kota Malang bukan hanya lari, sepeda atau futsal saja. Olahraga lain juga bisa dilaksanakan di Kota Malang,” tegas Arif.
Selain mendorong pariwisata dan UMKM, geliat event olahraga juga diharapkan ikut memperkuat iklim investasi daerah. Arif menyebut, berdasarkan laporan terakhir dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), realisasi investasi Kota Malang hingga akhir Juli telah mencapai sekitar 63 persen dari target tahunan.
Dengan target investasi sekitar Rp 1 triliun, pemerintah daerah optimistis aktivitas ekonomi yang muncul dari berbagai event, termasuk sport tourism, dapat ikut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan investasi.
“Jangan sampai UMKM kita mati suri gara-gara tidak ada event di Kota Malang. Kalau event terus bergerak, hotel, UMKM, kafe, warung, semuanya ikut jalan. Ini menjadi multiplier effect bagi Kota Malang,” pungkasnya. (*)






