KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan kegiatan mewarnai batik terpanjang, mencapai 5.053 meter, yang melibatkan 10.106 peserta.
Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Timur, Selasa (15/10), di sepanjang Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Pemecahan rekor tersebut diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan pelajar se-Kota Mojokerto. Hadir dalam acara tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Pj Wali Kota Mojokerto Muhammad Ali Kuncoro, serta jajaran Forkopimda dan stakeholder terkait.
Pj Wali Kota Mojokerto, Muhammad Ali Kuncoro, menyatakan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Meskipun Kota Mojokerto merupakan kota terkecil di Jawa Timur, kami selalu berprestasi, hari ini dengan memecahkan rekor MURI mewarnai batik terpanjang ini,” ujarnya.
Selain itu, Ali Kuncoro juga menekankan pentingnya peningkatan sektor UMKM di Kota Mojokerto. Dia menilai, sektor UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian daerah, termasuk di Mojokerto.
“Mojokerto adalah kota UMKM, dan hampir 30 persen dari perdagangan di kota ini berasal dari sektor tersebut. Kami terus berupaya mendampingi pelaku UMKM agar mereka bisa melejit dan naik kelas,” tambahnya.
Selain pemecahan rekor ini, Pemerintah Kota Mojokerto juga meluncurkan beberapa program penting, seperti kawasan kuliner halal di Skywalk Alun-alun Kota Mojokerto, serta Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di Jalan Sekar Putih, yang sudah tersertifikasi halal.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, yang turut serta dalam kegiatan mewarnai batik, memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Kota Mojokerto. “Inovasi adalah kunci dalam ekonomi kreatif, dan Mojokerto telah menunjukkan bahwa mereka layak menjadi destinasi wisata kreatif di Indonesia,” ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
Sosok pria yang awalnya kader Gerindra kemudian pindah ke PPP itu, juga menekankan pentingnya sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak masa depan Indonesia. “Sektor ini akan menggantikan ekonomi ekstraktif sebagai lokomotif menuju Indonesia Emas 2045. Saya mengajak semua pihak untuk terus menghasilkan karya kreatif yang dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja,” terang Sandiaga.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Mojokerto, serta memperkuat komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi dan budaya kearifan lokal. (*)








