KabarBaik.co – Ketua KPU Sidoarjo Fauzan Adhim, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan debat perdana pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Sidoarjo. Evaluasi ini dilakukan demi memperbaiki jalannya debat kedua, khususnya dalam hal pengaturan kehadiran massa dan atribut yang dibawa oleh para pendukung paslon.
Fauzan menjelaskan, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan Liaison Officer (LO) dari masing-masing Paslon serta para stakeholder untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan. Salah satu hal yang akan dievaluasi adalah larangan membawa atribut ke dalam ruangan debat, yang dinilai dapat mengganggu jalannya acara.
“Kami sudah rapat koordinasi dengan LO dan stakeholder, bahwa tidak boleh ada atribut yang dibawa ke dalam ruangan debat. Ini untuk menjaga agar acara tetap kondusif dan tidak terganggu,” ujar Fauzan, Minggu (20/10).
Menurutnya, KPU Sidoarjo sebelumnya menerima masukan dari tim Paslon agar tidak ada massa yang ikut hadir di acara debat. Namun, LO dari masing-masing Paslon tidak dapat memberikan jaminan bahwa hal itu bisa dilakukan. Meski demikian, KPU tetap mengizinkan kehadiran massa dengan syarat mereka tertib dan tidak menimbulkan keributan.
“Kami tidak bisa melarang kehadiran massa, namun kami berharap mereka tetap tertib selama acara berlangsung. Itu yang paling penting agar debat berjalan lancar,” tambah Fauzan.
Dalam evaluasi yang akan dilakukan, KPU Sidoarjo juga akan membahas peran penting LO sebagai penghubung antara Paslon dan pendukungnya. Fauzan menegaskan bahwa LO harus bisa mengendalikan massa yang dibawa oleh masing-masing tim, karena ketertiban pendukung merupakan tanggung jawab mereka.
“Peran LO sangat krusial. Kami meminta mereka untuk bisa menenangkan massa masing-masing, karena mereka adalah perpanjangan tangan Paslon di lapangan,” kata Fauzan.
Evaluasi ini diharapkan bisa memperbaiki berbagai aspek teknis dalam pelaksanaan debat kedua dan ketiga, sehingga kualitas debat semakin meningkat. KPU Sidoarjo optimis bahwa dengan koordinasi yang baik, debat berikutnya akan berjalan lebih tertib dan terorganisir.
“Kami akan lakukan evaluasi secara menyeluruh. Tujuannya agar debat kedua nanti lebih baik dan berkualitas,” pungkas Fauzan. (*)






