Labuan Bajo Pascagempa: Wisatawan Kembali, Pemulihan Terus Berjalan

oleh -230 Dilihat
WISATA LABUAN BAJO
Ilustrasil Kawasan wisata Labuan Bajo (Dok Kemenpar)

KabarBaik.co, Flores- Ketika sebagian masyarakat Flores masih berduka akibat gempa bumi magnitudo 7,7, denyut pariwisata di Labuan Bajo perlahan kembali bergerak. Sejumlah wisatawan sempat dievakuasi dari hotel dan Pulau Padar, aktivitas pelayaran sempat dihentikan, dan sejumlah fasilitas pariwisata mengalami kerusakan. Namun, setelah pemeriksaan keselamatan, penerbangan dan pelayaran kembali berjalan.

Gempa yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah pusat gempa, tetapi juga wisatawan yang tengah menikmati destinasi Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.

Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melaporkan sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar telah berhasil dipulangkan dan tiba kembali di Labuan Bajo dengan selamat. Sebelumnya, aktivitas pelayaran sempat ditutup sebagai langkah keselamatan setelah gempa.

Di kawasan Labuan Bajo, seluruh tamu hotel juga sempat dievakuasi ke sejumlah titik aman. Wisatawan yang sebelumnya dievakuasi dari Meurorah Hotel ke Puncak Waringin kemudian telah kembali ke akomodasi masing-masing setelah kondisi dinilai aman.

Tidak ada laporan wisatawan meninggal dunia akibat gempa tersebut. Namun, dampak terhadap sektor pariwisata tidak sepenuhnya nihil.

Hasil pemantauan sementara BPOLBF mencatat Hotel Jayakarta mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan yang roboh. Seluruh tamu dan karyawan hotel tersebut dipastikan selamat dan kemudian direlokasi ke hotel terdekat yang aman.

Sejumlah akomodasi lain seperti Hotel Ayana, Ta’aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah secara umum dilaporkan dalam kondisi aman, meski terdapat sejumlah retakan minor. Restoran La Moringga dan Escape Bajo juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Dampak juga tercatat di kawasan wisata Taman Nasional Komodo. Tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk dan pemeriksaan terhadap fasilitas pendukung destinasi terus dilakukan.

Situasi sempat dilaporkan menegangkan sesaat setelah gempa karena BMKG mendeteksi perubahan muka air laut di sejumlah wilayah.

Untuk Labuan Bajo, BMKG mencatat gelombang tsunami setinggi 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB. Data tersebut tercatat dalam pemantauan muka air laut pascagempa M7,7. BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.

Fakta tersebut membuat evakuasi wisatawan menjadi langkah penting dalam respons awal bencana. Wisatawan di Pulau Padar dan sejumlah hotel diarahkan menuju lokasi yang lebih aman sebelum kemudian aktivitas wisata kembali dilakukan secara bertahap.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kemudian menyatakan kondisi pelabuhan dan Bandara Komodo telah diperiksa. Aktivitas penerbangan kembali berjalan, sedangkan kapal-kapal wisata juga diizinkan kembali berlayar setelah pemeriksaan oleh otoritas terkait.

Dengan demikian, kondisi Labuan Bajo pascagempa tidak tepat digambarkan sebagai kawasan yang sepenuhnya tidak terdampak. Sebaliknya, destinasi wisata itu mengalami guncangan, proses evakuasi, penghentian sementara aktivitas pelayaran, serta kerusakan pada sejumlah fasilitas, tetapi kegiatan wisata kemudian mulai dipulihkan.

Kemerdekaan di Tengah Duka Flores

Situasi tersebut berlangsung ketika Indonesia memasuki momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Di satu sisi, Labuan Bajo tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia dan aktivitas wisata mulai kembali bergerak. Di sisi lain, hanya beberapa puluh hingga ratusan kilometer dari pusat pariwisata itu, masyarakat di sejumlah kabupaten di Flores masih menghadapi dampak paling berat dari gempa.

Data sementara penanganan bencana hingga Minggu (16/8) pukul 16.00 WIB mencatat 53 orang meninggal dunia dan 137 orang mengalami luka-luka. Ribuan warga juga masih mengungsi, sementara kerusakan rumah dan fasilitas publik tersebar di sejumlah wilayah NTT.

Karena itu, kembalinya aktivitas pariwisata Labuan Bajo tidak berarti penanganan bencana telah selesai. Pemerintah masih melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur dan fasilitas wisata, sementara keselamatan wisatawan dan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Bagi Labuan Bajo, pemulihan pascagempa kini berjalan dalam dua wajah. Yakni, bagaimana menjaga keselamatan di tengah ancaman gempa susulan sekaligus mempertahankan roda pariwisata agar tetap bergerak.

Dan, pada momentum ketika Merah Putih berkibar memperingati 81 tahun kemerdekaan, Labuan Bajo menjadi salah satu titik di Flores yang mencoba kembali bangkit, sementara wilayah lain di pulau yang sama masih berjuang memulihkan diri dari bencana. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.