KabarBaik.co, Bojonegoro – Identitas mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengapung di aliran Bengawan Solo, Desa Betet, Kasiman, Bojonegoro, terungkap. Korban diketahui merupakan warga Tuban yang sebelumnya diduga sempat mencoba mengakhiri hidup di Jembatan Kare.
Kalaksa BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan identitas korban diketahui setelah jasad dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk menjalani pemeriksaan medis. Petugas BPBD kemudian berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk memastikan identitas korban.
“Alhamdulillah identitas korban sudah diketahui setelah kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujar Heru, Selasa (18/8).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi yang dihimpun petugas, korban diketahui berinisial S, 34, warga Soko, Tuban.
Heru menjelaskan dari keterangan yang diterima petugas, S sebelumnya diduga hendak mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Jembatan Kare. Jembatan tersebut merupakan penghubung wilayah Kanor, Bojonegoro, dengan Rengel, Tuban.
Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan setelah warga sekitar mengetahui kejadian tersebut dan melakukan pertolongan.
“Dari informasi yang kami terima seperti itu,” jelas Heru.
Meski demikian, Heru belum dapat memastikan lokasi pertama kali korban tercebur atau masuk ke aliran Bengawan Solo. Jasad korban kemudian ditemukan warga di bantaran sungai wilayah Desa Betet, Kecamatan Kasiman.
Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB pada Selasa (18/8), warga bantaran Bengawan Solo di Desa Betet dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang mengapung di tengah aliran sungai.
Mendapat laporan dari pemerintah desa setempat, petugas BPBD Bojonegoro langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro guna menjalani pemeriksaan medis sekaligus proses identifikasi.
Setelah identitas korban berhasil diketahui, jasad Suyanti selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Jasad sudah kami serahkan ke pihak keluarga,” pungkas Heru. (*)
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.






