KabarBaik.co, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri acara bertajuk Jamuan Rakyat di Aula Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (18/8). Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul sempat berdialog dengan masyarakat yang hadir dan menyerahkan bantuan paket sembako.
Jamuan Rakyat ini merupakan kegiatan yang digelar oleh Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg) dalam rangkaian acara peringatan HUT ke-81 RI. Acara diselenggarakan di 40 lokasi permukiman padat penduduk di Jakarta hari ini.
“Alhamdulillah, Jamuan Rakyat yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden bisa berjalan dengan baik hari ini ya. Saya salah satu yang ditugaskan untuk bisa silaturahmi dengan warga di sini. Saya melihat suasana gembira, rukun, guyub,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas HUT RI dan menjadi bagian dari semangat semangat pemerintah untuk menghadirkan peringatan kemerdekaan yang lebih dekat dengan rakyat. Menurutnya, suasana rukun dan guyub yang terjalin di lokasi ini menjadi modal untuk menuju Indonesia yang lebih baik.
“Ini adalah suatu modal besar kita untuk menuju Indonesia yang lebih berdaulat, yang lebih adil, yang lebih makmur. Itulah harapan kita,” ujarnya.
Berbagai kegiatan diselenggarakan selama Jamuan Rakyat. Mulai dari bazar, makanan gratis, cek kesehatan gratis, hingga pembagian bantuan sembako. Gus Ipul menyebut seluruh kegiatan ini diharapkan bisa membantu masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan.
“Semuanya itu ditujukan supaya masyarakat tambah bahagia dengan mengurangi beban pengeluaran. Jadi kalau sekarang misalnya ada makan gratis, tentu mengurangi beban pengeluaran. Kalau nanti ada sembako diberikan, itu tentu mengurangi beban pengeluaran. Maka dengan begitu, diharapkan ini menumbuhkan rasa bahagia di antara kita,” jelasnya.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa tidak boleh ada bantuan sosial bagi masyarakat yang dipotong. Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengingatkan seluruh pihak agar menyalurkan bantuan secara utuh dan tepat sasaran.
“Bapak, ibu sekalian jangan mau kalau ada bantuannya dipotong. Itulah arahan Bapak Presiden Prabowo. Tidak boleh siapapun memotong bantuan sosial. Harus tepat jumlah, harus tepat waktu, dan dibelanjakan sesuai dengan ketentuan,” tegas dia.
Sementara itu, Wakil Camat Penjaringan Nurharyanto mengungkapkan, ada total sekitar 5.600 paket sembako gratis yang dibagikan kepada warga di Kecamatan Penjaringan pada Jamuan Rakyat tersebut.
“Dan di titik ini (Kalijodo) ada sekitar dibagikan 2.800 (paket sembako gratis). Kemudian, alhamdulillah, terima kasih Pak Menteri juga ada tambahan tadi sekitar 1.500 paket nanti untuk warga, khususnya mungkin di Kelurahan Pejagalan,” ujarnya.
Dalam Jamuan Rakyat itu, Gus Ipul juga sempat berdialog dengan warga yang hadir. Salah satunya, Ayu Lestari, siswi kelas 8 dari Sekolah Mutiara Hati.
Kepada Gus Ipul, Ayu bercerita bahwa kedua orangtuanya, yakni Iman dan Yana sehari-hari berdagang soto untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. “Kenapa saya tanya (tentang) orang tuanya? Karena kita harus bangga dengan orang tua kita. Siapapun orang tua kita, kita harus bangga sama orang tua kita,” pesan Gus Ipul.
Selain itu, ada juga Febri Nurahelia, siswi kelas 9 SMPN 112 Jakarta yang unjuk kemampuan berpidato secara spontan di hadapan Gus Ipul. Dalam pidatonya, Febri mengangkat tema Kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan yang saat ini dinikmati masyarakat adalah sesuatu yang diperoleh dengan jerih payah perjuangan para pahlawan.
“Para pahlawan telah berjuang dengan keberanian, pengorbanan, dan persatuan untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka. Sebagai generasi muda tugas kita bukan lagi berperang melawan penjajah, tetapi mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta memberikan prestasi dan kontribusi positif bagi bangsa,” kata dia.
“Mari kita jadikan peringatan 17 Agustus bukan hanya sebagai acara seremonial. Tetapi sebagai pengingat untuk terus menjaga semangat persatuan, dan meneruskan perjuangan para pahlawan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81,” tambah Febri.
Febri mengaku sempat takut dan deg-degan untuk menyampaikan pidatonya. Namun, ia melawan rasa takut itu. “Karena kalau misalnya kita enggak berani, kita mau kapan lagi coba untuk merdeka untuk Indonesia yang lebih maju dan emas,” ujar Febri.
Turut hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBS-NA) Kemensos Adrianus Alla, dan Lurah Pejagalan Wisnu Irhusnah. (*)






