KabarBaik.co, Nganjuk – Tragedi naas terjadi di jalur kereta api kilometer 115+2/3 hulu, Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (22/8).
Seorang kakek berinisial BI berusia 83 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api 274 Kahuripan rute Bandung–Blitar sekitar pukul 10.15 WIB.
“Insiden terjadi persis di jalur rel kereta api belakang gudang pupuk Pusri, masuk wilayah Kecamatan Sukomoro,” kata Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fadjar Kurniadhi.
Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, sejumlah warga setempat sempat melihat korban berjalan menyusuri area sekitar rel dari arah barat menuju ke timur.
Melihat ada kereta api yang hendak melintas, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha meneriaki korban agar segera menjauh dari jalur lintasan.
“Masyarakat di sekitar lokasi kejadian sempat meneriaki korban untuk segera berpindah demi menghindari kereta api yang sedang melaju,” tutur AKP Fadjar Kurniadhi.
Sayangnya, jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak terhindarkan. Pria lanjut usia warga Kecamatan Sukomoro tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat setelah tertemper ular besi yang melaju kencang dari arah barat.
“Korban tertemper kereta api sekitar pukul 10.15 WIB dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP),” pungkas AKP Fadjar Kurniadhi.
Petugas Kepolisian Resektor Sukomoro bersama Tim Inafis Polres Nganjuk yang menerima laporan langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengevakuasi jasad korban ke RSUD Nganjuk untuk penanganan medis lebih lanjut.








