KabarBaik.co, Batu – Perayaan Hari Raya Idulfitri kurang beberapa hari lagi. Wali Kota Batu, Nurochman, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas yang biasanya meningkat selama bulan Ramadan hingga mendekati Lebaran.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai bentuk kejahatan yang kerap muncul seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, baik di kawasan permukiman maupun di pusat-pusat keramaian.
Menurut Nurochman, beberapa jenis tindak kriminal yang kerap terjadi menjelang hari raya antara lain pencurian, penipuan, aksi hipnotis hingga pencopetan. Kondisi ini biasanya memanfaatkan kelengahan masyarakat saat aktivitas meningkat di tempat umum maupun ketika rumah ditinggalkan penghuninya.
“Menjelang Idulfitri kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas seperti pencurian, penipuan, hipnotis, dan pencopetan yang biasanya meningkat di area keramaian maupun permukiman,” ujar Nurochman, Senin (16/3).
Ia menjelaskan, berdasarkan tren yang kerap terjadi selama Ramadan, terdapat dua waktu yang dinilai cukup rawan terhadap aksi kejahatan. Waktu pertama adalah saat pelaksanaan salat tarawih, sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Pada jam tersebut banyak rumah dalam keadaan kosong karena ditinggalkan penghuninya untuk beribadah di masjid.
Kondisi ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksi pencurian. “Pada jam tersebut banyak rumah kosong karena ditinggal penghuninya salat tarawih. Situasi ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Nurochman, waktu menjelang sahur hingga Subuh, sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 WIB, juga dinilai memiliki potensi kerawanan. Pada waktu tersebut sebagian warga biasanya sedang tertidur lelap setelah sahur atau baru kembali beristirahat.
“Pada waktu-waktu tersebut sering kali rumah dalam keadaan kosong atau penghuninya sedang tertidur lelap. Karena itu masyarakat perlu memastikan kondisi rumah tetap aman sebelum ditinggalkan,” terangnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Nurochman mengingatkan warga agar selalu memastikan pintu dan jendela rumah dalam keadaan terkunci ketika hendak bepergian maupun saat meninggalkan rumah untuk beribadah. “Langkah sederhana tersebut dapat meminimalkan peluang terjadinya aksi pencurian di lingkungan permukiman,” ujarnya.
Selain menjaga keamanan rumah, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati saat berada di tempat umum. Warga diimbau untuk tidak mengenakan perhiasan yang terlalu mencolok guna menghindari risiko menjadi sasaran pelaku kejahatan seperti pencopetan.
“Begitu juga kendaraan, warga diminta menggunakan kunci ganda ketika memarkir kendaraan, terutama di lokasi yang ramai atau saat kendaraan ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat melakukan transaksi keuangan, khususnya ketika mengambil uang di mesin ATM. Ia menekankan agar masyarakat tidak memberikan nomor PIN kepada siapa pun demi menjaga keamanan rekening pribadi.
“Jangan sampai kelalaian atau kecerobohan justru membuka peluang terjadinya tindak kejahatan. Karena itu mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan lingkungan,” tegasnya.
Nurochman menegaskan, jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti. “Dengan kewaspadaan bersama, kita bisa menjaga keamanan dan kenyamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tandasnya. (*)






