Lestarikan Budaya Agraris, Masyarakat Boyolangu Banyuwangi Gelar Kebo-keboan

oleh -328 Dilihat
Kebo-keboan Banyuwangi
Ribuan warga memadati sepanjang jalan protokol untuk menyaksikan ritual budaya kebo-keboan

KabarBaik.co, Banyuwangi – Tradisi Kebo-keboan kembali digelar meriah di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Minggu (29/3).

Ribuan warga memadati sepanjang jalan protokol untuk menyaksikan ritual budaya yang menjadi bagian inti rangkaian Boyolangu Traditional Culture setiap 9 Syawal.

Tradisi tahunan ini menjadi simbol pelestarian budaya agraris masyarakat setempat. Kebo-keboan juga menjadi rangkaian menuju tradisi Puter Kayun yang akan digelar pada Senin (30/3).

Sejumlah warga yang berperan sebagai kerbau tampil dengan tubuh berbalut warna hitam dan tanduk buatan. Sebelum prosesi dimulai, mereka lebih dulu menjalani ritual dengan bedak kunyit dan beras yang dipercaya menjadi bagian dari penguatan spiritual.

Dalam prosesi, para pemeran kerbau beraksi layaknya hewan pembajak sawah di tengah keramaian warga. Mereka bergerak di sepanjang jalan dan berinteraksi dengan penonton, menghadirkan suasana khas yang memadukan hiburan dan nilai sakral.

Ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini karena pembukaan diawali penampilan sendratari Kebo Cilik oleh siswa-siswi SDN 1 Boyolangu. Penampilan itu menjadi simbol regenerasi agar tradisi tetap hidup di kalangan generasi muda.

Puncak ritual dipimpin Jessica Meidyas Putri, 5th Miss Grand Tourism 2024, bersama Ki Pramu. Keduanya memimpin jalannya prosesi adat yang menjadi pusat perhatian masyarakat.

Tokoh pemuda sekaligus tokoh adat Boyolangu, Slamet Darmadi, mengatakan tradisi ini terus dijaga karena menjadi identitas masyarakat setempat. Menurutnya, konsistensi pelaksanaan setiap tahun membuat Kebo-keboan tetap dikenal luas sebagai budaya khas Banyuwangi.

“Kebo-keboan ini merupakan tradisi. Jadi, hampir setiap tahun digelar dan setiap tahunnya semakin berkembang,” ujar Slamet Darmadi.

Ia menambahkan inovasi kemasan acara terus dilakukan tanpa mengurangi nilai utama ritual. Menurutnya, penambahan unsur pertunjukan menjadi cara agar generasi muda semakin dekat dengan budaya leluhur.

“Yang baru tahun ini ada sendratari Kebo Cilik dari anak-anak SDN 1 Boyolangu. Ini bagian dari upaya regenerasi supaya budaya ini tetap lestari,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.