Lewat Virtual Journey, PLN Ajak Media Saksikan Langsung Operasi Pembangkit EBT di Jawa Timur

oleh -98 Dilihat
IMG 20260115 WA0021
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir.

KabarBaik.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) seiring dengan disahkannya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru oleh pemerintah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajak insan media melihat secara langsung—meski secara virtual—operasi pembangkit listrik hijau yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan kegiatan bertajuk Virtual Journey to Green Power ini dirancang untuk memberikan pengalaman digital yang nyata tentang bagaimana pembangkit EBT beroperasi di lapangan.

“Program ini kami jalankan untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kami mengajak rekan-rekan media agar pemberitaan tentang EBT semakin masif dan sampai ke masyarakat luas,” ujar Ahmad Mustaqir di temui di Kantor PLN UID Jatim, Kamis (15/1).

Melalui teknologi virtual reality (VR), peserta diajak menelusuri berbagai pembangkit EBT secara real time. Media dapat menyaksikan kondisi riil pembangkit seperti PLTA Ijen, PLTA di Banyuwangi, hingga pembangkit listrik tenaga air skala kecil di Surabaya. Tidak hanya melihat kapasitas terpasang, peserta juga dapat memahami proses produksi listrik secara menyeluruh.

Dalam virtual journey tersebut, PLN juga memperlihatkan operasional pembangkit listrik berbasis sampah di Surabaya yang selama ini menjadi rujukan nasional. Ahmad Mustaqir menjelaskan, pembangkit listrik tenaga sampah ini kerap dijadikan benchmark oleh daerah lain karena mampu beroperasi secara stabil sejak awal beroperasi hingga saat ini.

“Di beberapa daerah lain, pembangkit sejenis belum berjalan optimal. Sementara di Surabaya, operasionalnya relatif konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pembangkit, PLN UID Jawa Timur juga memperkenalkan sistem pengendalian kelistrikan berbasis digital. Dari pusat pengatur distribusi, petugas dapat memantau seluruh gardu induk di Jawa Timur, termasuk aktivitas pemeliharaan dan pengoperasian jaringan tegangan menengah 20 kV.

“Dengan teknologi digital ini, kami bisa memonitor performa peralatan dan komunikasi sistem secara real time. Jika terjadi gangguan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” kata Ahmad Mustaqir.

Saat ini, kapasitas pembangkit EBT di Jawa Timur mencapai sekitar 293 megawatt atau sekitar 3,5 persen dari total sistem kelistrikan. Meski masih didominasi pembangkit fosil, PLN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan porsi energi bersih.

Pengembangan EBT terbesar ke depan difokuskan pada energi surya, khususnya di wilayah Madura dan kepulauan. Menurut Ahmad Mustaqir, potensi tenaga surya di Indonesia sangat besar dan relatif lebih mudah dikembangkan dibandingkan tenaga air yang bergantung pada ketersediaan debit dan ekosistem.

“Seluruh pulau berpenghuni di Madura saat ini sudah dialiri listrik. Memang masih ada yang belum beroperasi 24 jam, tetapi target kami pada 2027 seluruhnya sudah berlistrik penuh selama 24 jam,” jelasnya.

Ke depan, PLN juga melihat potensi besar pengolahan sampah menjadi energi listrik, terutama di kota-kota dengan volume sampah tinggi seperti Surabaya. Meski data detail masih terus dihimpun, Ahmad Mustaqir menilai energi dari sampah dapat menjadi solusi ganda—mengatasi persoalan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah.

Melalui kegiatan ini, PLN berharap masyarakat semakin memahami upaya transisi energi yang tengah dijalankan, sekaligus menumbuhkan dukungan publik terhadap pengembangan energi bersih dan berkelanjutan di Jawa Timur.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.