KabarBaik.co, Surabaya – Meski perekonomian masih dibayangi perlambatan, pengelola pusat perbelanjaan di Surabaya tetap optimistis sektor ritel mampu mempertahankan pertumbuhannya sepanjang tahun. Optimisme itu tercermin dari tingginya tingkat kunjungan masyarakat ke berbagai mal, terutama selama momentum libur sekolah.
Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi mengatakan hingga Juni 2026 aktivitas ritel masih menunjukkan tren positif. Liburan sekolah menjadi salah satu faktor utama yang menjaga ramainya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan.
“Selama liburan sekolah, sektor ritel masih cukup diuntungkan. Saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjung sangat ramai. Jumlah kendaraan yang masuk area parkir bisa mencapai lebih dari 8.000 mobil per hari. Mal-mal lain di Surabaya juga memiliki basis pengunjung yang cukup loyal,” kata Sutandi saat dikonfirmasi, Minggu (28/6).
Meski demikian, ia mengingatkan pelaku usaha ritel perlu mewaspadai periode Juli hingga Oktober. Pada rentang waktu tersebut, menurutnya, tidak banyak momentum yang mampu mendorong konsumsi masyarakat seperti halnya musim libur sekolah maupun akhir tahun.
Momentum peringatan Hari Kemerdekaan pada Agustus diperkirakan belum cukup kuat untuk mendongkrak kunjungan ke pusat perbelanjaan. Kondisi tersebut berpotensi membuat transaksi ritel mengalami perlambatan.
“Biasanya memasuki pertengahan Juli masyarakat mulai lebih berhemat. Kondisi ini bisa berlangsung hingga September atau Oktober. Retailer tentu akan mengencangkan strategi dan efisiensi karena memang tidak ada momentum besar yang mendorong belanja,” ujarnya.
Sutandi menyebut pola tersebut merupakan siklus tahunan yang sudah lazim terjadi di industri ritel. Setelah melewati periode tersebut, aktivitas belanja masyarakat biasanya kembali meningkat pada November hingga Januari seiring hadirnya libur akhir tahun, Natal, dan Tahun Baru.
Untuk memanfaatkan momentum itu, para peritel umumnya menyiapkan berbagai program promosi dan diskon guna menarik minat konsumen sekaligus mendongkrak penjualan.
“Secara umum kondisi mal masih cukup baik. Pertumbuhan tetap ada meski masih berada di level single digit, sekitar 7-8 persen,” pungkasnya. (*)






